Jumat, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Jumat, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Trump Sebut Pernyataan Saudi Soal Jamal Khashoggi Kredibel

Sabtu 20 Okt 2018 09:49 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Ratna Puspita

Sejumlah jurnalis melakukan aksi solidaritas bagi wartawan Arab Saudi Jamal Khashoggi di depan Kedutaan Besar Arab Saudi, Jakarta, Jumat (19/10/2018).

Sejumlah jurnalis melakukan aksi solidaritas bagi wartawan Arab Saudi Jamal Khashoggi di depan Kedutaan Besar Arab Saudi, Jakarta, Jumat (19/10/2018).

Foto: Antara/Sigid Kurniawan
Sejumlah anggota parlemen tak sepakat dan menyerukan penyelidikan internasional.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Presiden Amerika Serikat (AS) donald trump mengatakan, pernyataan arab saudi mengenai tewasnya jurnalis jamal khashoggi sudah kredibel. Saudi menyatakan Khashoggi meninggal di Konsulat Saudi di Turki karena bertengkar dengan sejumlah orang lain.

"Saya pikir pernyataan itu langkah pertama yang baik, itu merupakan langkah besar. Ada banyak orang yang terlibat dan saya pikir itu langkah pertama yang hebat," ujar Trump seperti dikutip laman Reuters, Sabtu (20/10).

Trump mengakui Saudi telah menjadi sekutu besar bagi AS, sehingga apa yang terjadi menurutnya tidak dapat berterima. Meski Trump menyebut pernyataan Saudi sudah kredibel, sejumlah anggota parlemen ada yang tak sepakat. 

Senator AS Lindsey Graham mengatakan, dirinya ragu menyusul pernyataan Arab Saudi mengenai klaimnnya tentang kematian jurnalis Saudi Jamal Khasoggi. Graham dikenal keras memberikan kritik terhadap Saudi.

"Saya skeptis terhadap narasi Saudi terbaru soal Khasoggi. Pernyataan itu terlihat meremehkan," tulis Graham dalam akun Twitter resminya.

Sementara Senator AS dari Demokrat Richard Blumenthal mengatakan kepada CNN, penjelasan Saudi tidak kredibel. Dia pun menyerukan penyelidikan internasional atas kematian Khasoggi.

Arab Saudi mengakui jurnalis yang terkenal frontal mengkritik kebijakan Saudi itu tewas di konsulat Saudi di Istanbul Turki dalam sebuah perkelahian. Atas kematian itu, Saudi mengatakan, 18 orang asal Saudi telah ditahan sebagai tersangka.

Pernyataan tersebut dilaporkan oleh media pemerintah Saudi pada Sabtu (20/10) dini hari waktu setempat. Pernyataan Saudi ini keluar setelah dua pekan kolumnis Washington Post hilang saat hendak mengurus dokumen pernikahannya di konsulat Saudi pada 2 Oktober lalu.

Penuntut umum Saudi mengatakan, Kantor Penuntut Umum Saudi melakukan penyelidikan awal yang dilakukan terkait hilangnya warga negara Saudi Jamal bin Ahmad Khashoggi. Hasilnya, terjadi diskusi antara Khashoggi dan orang-orang yang bertemu dengannya selama berada di Konsulat Saudi di Istanbul.

Namun, penuntut umum menerangkan, diskusi itu berujung pada perkelahian dan bertarung dengan orang-orang tersebut sehingga menyebabkan kematiannya. "Semoga jiwanya beristirahat dalam damai,” kata pernyataan penuntut Saudi seperti dikutip laman Asssosiated Press, Sabtu (20/10).

Pernyataan Saudi tidak mengidentifikasi secara rinci dari 18 orang Saudi yang ditahan oleh pihak berwenang. Namun, Saudi membantah Khashoggi dimutilasi.

Pihak pemerintah mengatakan, tuduhan Khashoggi dimutilasi sangat tidak berdasar. Kendati demikian, Saudi didesak dunia untuk menjelaskan fakta yang sebenarnya terjadi menyoal kasus ini.

Media pemerintah Saudi juga menyebut Raja Salman telah memerintahkan pemecatan dua pejabat senior atas insiden itu. Mereka di antaranya Saud al-Qahtani, penasihat istana yang dianggap sebagai tangan kanan Putra Mahkota Mohammed bin Salman, dan wakil kepala intelijen Ahmed Asiri.

Sebelum pernyataan Saudi, Trump menegaskan akan mempertimbangkan sanksi dan konsekuensi berat jika terbukti petinggi Saudi terlibat dalam kasus tewasnya Khasoggi. Namun, Trump juga menegaskan untuk lebih banyak mengetahui fakta sebelum membuat asumsi.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA