Kamis, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Kamis, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Khashoggi Dibunuh, Australia Batalkan Kunjungan ke Saudi

Sabtu 20 Okt 2018 17:28 WIB

Rep: Marniati/ Red: Teguh Firmansyah

Jurnalis melakukan aksi solidaritas bagi wartawan Arab Saudi Jamal Khashoggi di depan Kedutaan Besar Arab Saudi, Jakarta, Jumat (19/10/2018).

Jurnalis melakukan aksi solidaritas bagi wartawan Arab Saudi Jamal Khashoggi di depan Kedutaan Besar Arab Saudi, Jakarta, Jumat (19/10/2018).

Foto: Antara/Sigid Kurniawan
Saudi sebut Khashoggi tewas akibat perkelahian.

REPUBLIKA.CO.ID, SYDNEY -- Pejabat Australia membatalkan kunjungan ke Arab Saudi untuk menghadiri Konferensi investasi di Arab Saudi. Ini sebagai bentuk protes atas pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.

Khashoggi, seorang warga Saudi yang menetap di Amerika Serikat (AS) meninggal di dalam konsulat Arab Saudi di Istanbul. Khashoggi merupakan kolumnis Washington Post yang kritis terhadap kebijakan Riyadh.

Khashoggi dinyatakan hilang pada 2 Oktober lalu saat mengurus dokumen  pernikahannya di konsulat Saudi di Istanbul.

"Mengingat informasi baru ini, kami telah menetapkan bahwa perwakilan resmi Australia pada acara Future Investment Initiative yang akan datang di Riyadh tidak lagi tepat," kata pernyataan bersama dari Menteri Luar Negeri Australia Marise Payne dan Menteri Perdagangan Simon Birmingham.

Arab Saudi telah mengakui bahwa Khashoggi tewas di konsulat Saudi di Istanbul. Namun berbeda dengan beragam laporan di media, Saudi menyebut Khashoggi meninggal akibat perkelahian.  Akibatmya, 18 orang asal Saudi telah ditahan sebagai tersangka.

Pernyataan Saudi ini disampaikan setelah Khashoggi hilang pada 2 Oktober lalu.
Penuntut umum Saudi mengatakan, Kantor Penuntut Umum melakukan penyelidikan awal yang dilakukan terkait hilangnya Khashoggi.

Baca juga,  Asosiasi Media Turki-Arab Yakin Khashoggi Dibunuh.

Hasilnya mengungkapkan, terjadi diskusi antara Khashoggi dan orang-orang yang bertemu dengannya selama berada di Konsulat Saudi di Istanbul.

Namun, penuntut umum menerangkan, diskusi itu berujung pada perkelahian dengan orang-orang yang berada di konsulat hingga menyebabkan kematiannya. "Semoga jiwanya beristirahat dalam damai,” kata pernyataan penuntut Saudi seperti dikutip laman Asssosiated Press, Sabtu (20/10).

Pernyataan Saudi tidak mengidentifikasi secara rinci dari 18 orang Saudi yang ditahan oleh pihak berwenang. Namun, Saudi membantah Khashoggi dimutilasi.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA