Saturday, 5 Rajab 1441 / 29 February 2020

Saturday, 5 Rajab 1441 / 29 February 2020

Arab Saudi Berjanji Adili Pembunuh Khashoggi

Rabu 24 Oct 2018 12:29 WIB

Rep: Marniati/ Red: Nur Aini

Raja Salman

Raja Salman

Foto: Reuters
Raja Salman membentuk tim dipimpin MBS untuk restrukturisasi badan intelijen.

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH -- Arab Saudi akan menahan orang-orang yang bertanggung jawab atas pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.

Dilansir Arab News, Rabu (24/10), selama pertemuan kabinet pada Selasa yang dipimpin oleh Raja Salman, kerajaan berjanji akan meminta pertanggungjawaban kepada semua orang yang telah gagal dalam melaksanakan tugas mereka tanpa peduli jabatan orang tersebut.

“Langkah-langkah itu untuk mewujudkan kepentingan kepemimpinan kerajaan dan kesungguhannya bagi keselamatan semua warga negara, dan tekad mereka bahwa langkah-langkah ini tidak akan berhenti dengan meminta pertanggungjawaban secara langsung, tetapi juga untuk memasukkan tindakan korektif dalam hal ini," kata pernyataan itu.

Kabinet mencatat, Raja Salman telah memerintahkan pembentukan komite kementerian, yang dipimpin oleh Putra Mahkota Muhammad bin Salman. Komite itu akan merestrukturisasi badan intelijen umum.

Selama pertemuan itu, Raja Salman juga melakukan panggilan telepon dengan  Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi. Kabinet menekankan bahwa Kerajaan Arab Saudi didirikan pada pendekatan yang berasal dari syariat Islam yang ketentuannya didasarkan pada pemenuhan HAM, meningkatkan pilar dan nilai-nilai keadilan, serta memperkuat norma-norma dasar.

Sebelumnya diberitakan, Amerika Serikat (AS) akan mencabut visa 21 warga Arab Saudi yang dicurigai terlibat dalam pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi. Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Heather Nauert mengatakan, mereka juga akan dibuat tidak memenuhi syarat jika kembali mengajukan visa AS.

"Dua puluh satu warga Saudi yang diduga terlibat dalam kematian Jamal Khashoggi akan dicabut visanya atau tidak akan memenuhi syarat untuk mendapatkan visa masuk ke Amerika Serikat," kata Nauert pada Selasa (23/10) sore.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS lainnya mengatakan kepada CNN, departemen berwenang untuk mencabut visa berdasarkan informasi yang terungkap setiap saat. Informasi itu bisa menunjukkan bahwa pemegang visa mungkin tidak dapat diterima di AS atau tidak memenuhi syarat untuk mendapatkan visa.

Baca Juga

Baca: Siapa Saja Terduga Pembunuh Khashoggi? Ini Profil Mereka

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA