Saturday, 5 Rajab 1441 / 29 February 2020

Saturday, 5 Rajab 1441 / 29 February 2020

Benarkah Putra Khashoggi Bersedih Saat Bertemu Pangeran MBS?

Rabu 24 Oct 2018 14:37 WIB

Rep: Fira Nursya'bani/ Red: Teguh Firmansyah

Jamal Khashoggi

Jamal Khashoggi

Foto: Metafora Production via AP
Saudi mengaku telah menangkap 18 tersangka terkait pembunuhan Khashoggi.

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH -- Foto pertemuan Putra Mahkota Saudi Muhammad bin Salman (MBS) dengan putra Jamal Khashoggi yang dirilis oleh Pemerintah Saudi, banyak menuai kritik di jejaring sosial Twitter. Mereka mengatakan, putra Khashoggi menunjukkan ekspresi sedih saat ia menjabat tangan MBS.

Raja Salman bin Abdulazis al-Saud dan putranya menerima putra Khashoggi, Salah dan Sahel, di Istana Yamama, di Riyadh, pada Selasa (23/10). Raja Salman dan MBS dalam kesempatan itu menyampaikan belasungkawa secara langsung atas kematian Khashoggi.

Seorang teman keluarga Khashoggi yang berbicara secara anonim mengatakan kepada the Associated Press, Salah tengah berada di bawah larangan bepergian. Larangan itu dimulai sejak ayahnya mulai menulis secara kritis tentang MBS di the Washington Post.

"Mereka membawanya ke istana untuk menerima ucapan belasungkawa. Lihat raut wajahnya. Foto ini membuat saya ingin berteriak dan muntah," tulis Manal al-Sharif, penulis buku Daring to Drive: a Saudi Woman's Awakening.

Baca juga, Ini Nama 15 Orang Saudi Diduga Skuat Pembunuh Khashoggi.

Fadi al-Qadi, seorang advokat dan komentator hak asasi manusia (HAM) Timur Tengah, juga mengkritik foto itu. Ia menyebutnya sebagai sebuah tindakan yang kejam.

Chris Doyle dari Council of Arab-British Understanding mengatakan kepada Aljazirah, pertemuan antara anggota keluarga Khashoggi dan pemimpin Saudi dirancang untuk membantu menaikkan reputasi mereka. Namun, reaksi di media sosial menunjukkan pertemuan itu adalah kegagalan komunikasi dalam aksi pembunuhan itu.

"Mereka terlihat murah hati terhadap keluarga (Khashoggi), tetapi kami melihat gambar di sini berbicara 1.000 makna. Benar-benar menceritakan kisah kesakitan Salah, putra Jamal Khashoggi, dalam pertemuan Raja Salman--dan terutama putra mahkota," kata Doyle.

"Saya pikir banyak orang yang melihat ini di media sosial mengatakan, Anda tahu, ini adalah wajah seorang putra yang mengira dia menjabat tangan orang yang telah membunuh ayahnya. Ini adalah contoh lain dalam situasi ini saat beberapa orang Saudi gagal berupaya untuk memenangkan hati masyarakat," ujar dia.

Pihak berwenang Saudi mengatakan, mereka telah menangkap 18 tersangka dan memecat para pejabat senior, tetapi MBS sejauh ini lolos dari kesalahan. Dia telah berkali-kali membantah terlibat dalam pembunuhan itu.

Menteri Energi Saudi Khalid al-Falih pada Selasa (23/10) menggambarkan pembunuhan Khashoggi sebagai tindakan kebencian. Ia mengatakan, ini adalah hari-hari yang sulit bagi Kerajaan Arab Saudi.

"Tidak ada seorang pun di kerajaan yang bisa membenarkan atau menjelaskannya. Dari pimpinan ke bawah, kami sangat kecewa dengan apa yang telah terjadi," kata Falih.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA