Friday, 4 Rajab 1441 / 28 February 2020

Friday, 4 Rajab 1441 / 28 February 2020

Penasehat Erdogan: Ada 'Darah di Tangan' Pangeran MBS

Rabu 24 Oct 2018 19:41 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Teguh Firmansyah

Jamal Khashoggi

Jamal Khashoggi

Foto: Metafora Production via AP
Saudi menyangkal Pangeran MBS terkait dengan pembunuhan Khashoggi.

REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA -- Salah satu penasihat Kepresidenan Turki menuduh Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) bertanggung jawab atas kematian jurnalis Jamal Khashoggi. Komentar tajam itu dikatakan oleh orang dekat Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan lewat tulisannya di Kolom Yeni Birlik.

"Ini adalah aib yang sampai ke Putra Mahkota (Muhammad bin) Salman (MBS)," ujar Penasihat Kepresidenan Turki, Ilnur Cevik di kolom Yeni Birlik seperti dikutip Reuters, Rabu (24/10).

Menurutnya, lima anggota tim eksekusi Khashoggi merupakan tangan kanan Putra mahkota (Muhammad bin) Salman. Orang-orang itu, kata dia, tentu tidak akan bertindak apapun tanpa sepengetahuan MBS. "Bahkan jika Presiden AS Trump menyelamatkan (Mohammed bin) Salman, di mata dunia dia adalah orang yang dipertanyakan dengan darah Khashoggi di tangannya," tulis Cevik.

Cevik merupakan salah satu dari banyak penasihat Erdogan dan diketahui dia bukan yang menonjol.  Namun, belum jelas, pandangannya itu mencerminkan pula pandangan Erdogan atau tidak.

Erdogan sebelumnya mengatakan dalam pidatonya bahwa dia menyoroti orang-orang yang bertanggung jawab. "Perlunya semua yang bertanggung jawab, dari mereka yang memerintahkannya kepada mereka yang melaksanakannya. Mereka akan menghadapi keadilan," kata dia.

Meski demikian, pemerintah Saudi belum merespons tanggapan tersebut. Riyadh sebelumnya menyebut 'operasi jahat' atas terbunuhnya jurnalis yang kerap mengkritik keras kebijakan Saudi itu.

Menteri Luar negerinya, Adel al-Jubeir menegaskan bahwa Putra Mahkota tidak ada sangkut pautnya dengan kematian Khashoggi.

Baca juga, Sumber: Butuh Tujuh Menit untuk Bunuh Khashoggi.

Khashoggi merupakan seorang kolumnis Washington Post yang menghilang pada 2 Oktober lalu. Ia terakhir terlihat mengunjungi konsulat Saudi di Istanbul guna mengurus dokumen untuk pernikahannya.

Setelah beberapa pekan menyangkal terlibat, Saudi sedikit demi sedikit membuka pernyataan tentang kematian jurnalisnya itu. Pertama Saudi mengatakan, Khashoggi terbunuh dalam perkelahian di konsulat.

Kemudian, esok-nya Saudi mengeluarkan pernyataan beda versi yang mengatakan, Khashoggi dibunuh dengan cara dicekik.  Hal itu jelas menuai ketidakpercayaan secara internasional dan menimbulkan kritik mendalam dari Turki dan Barat. Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Selasa pemerintah Saudi melakukan penutupan terburuk yang pernah ada.

Riyadh telah mengumumkan sudah menahan 18 orang yang diduga sebagai pelaku pembunuhan Khashoggi. Otoritas Saudi juga mengumumkan telah memecat lima pejabat senior pemerintah sebagai bagian dari penyelidikan atas kematian Khashoggi. Salah satu dari mereka yang dipecat termasuk Saud al-Qahtani yang merupakan seorang pembantu utama putra mahkota.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA