Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Desak Genjatan Senjata di Yaman, PBB Tekankan Lima Poin

Kamis 25 Oct 2018 07:53 WIB

Red: Nashih Nashrullah

Warga Yaman berjalan di antara runtuhan puing gedung yang hancur terkena serangan udara di Sanaa, Yaman, 7 Mei 2018.

Warga Yaman berjalan di antara runtuhan puing gedung yang hancur terkena serangan udara di Sanaa, Yaman, 7 Mei 2018.

Foto: AP/Hani Mohammed
Perang Yaman tiga tahun terakhir menyebabkan krisis kelaparan sepanjang sejarah.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK— Wakil Sekretaris Jenderal pbb Urusan Kemanusiaan Mark Lowcok menuntut gencatan senjata di yaman . Desakan ini untuk menghindari ancaman krisis kemanusian berupa kelaparan yang semakin mengkhawatirkan. 

Lowcock meminta bantuan Dewan Keamanan PBB berkaitan dengan gencatan senjata kemanusiaan dan tindakan lain. Dia memperingatkan krisis akibat perang di Yaman sejak tiga tahun terakhir akan mendorong Yaman berurusan dengan krisis kelaparan lebih besar sepanjang sejarah. “Jika ini terus dilakukan tentu ketakutan itu akan terjadi,” kata dia.   

Dia meminta dukungan Dewan Keamanan di lima bidang, seperti dilansir  Xinhua yang dipantau Antara di Jakarta, Kamis (25/10). Pertama, dihentikannya permusuhan di dan sekitar semua prasarana dan instalasi yang menjadi andalan operasi kemanusiaan serta importer barang komersial.

"Gencatan senjata kemanusiaan akan mencerminkan kewajiban semua pihak dalam konflik tersebut guna menegakkan hukum kemanusiaan internasional dan melakukan semua yang mungkin guna memfasilitasi pengiriman bantuan kemanusiaan," kata Lowcok kepada Dewan Keamanan.

Kedua, perlindungan pasokan pangan dan barang dasar di seluruh negeri itu. Aliran bantuan kemanusiaan dan barang komersial harus mengalir ke semua pelabuhan dan selanjutnya ke tujuan akhir semua barang tersebut. Hal ini berarti pembukaan akses terhadap impor barang dan jalur angkutan utama yang selama ini direncanakan.  

Ketiga, suntikan lebih cepat dan lebih besar mata uang asing ke dalam ekonomi Yaman melalui Bank Sentral, bersama dengan pemberian kredit buat pedagang, dan pembayaran uang buat para pensiunan serta pegawai pemerintah.

Keempat, peningkatan dana serta dukungan buat operasi kemanusiaan. Mengingat peningkatan keperluan yang diperkirakan, lembaga bantuan memerlukan sumber daya tambahan sekarang untuk mulai meningkatkan bantuan kemanusiaan. 

Sebanyak 14 juta warga Yaman, hampir separuh dari seluruh penduduk negeri tersebut, mungkin dalam waktu dekat memerlukan bantuan pangan darurat untuk bertahan hidup. Pekerja kemanusiaan dan mitra mereka saat ini membantu delapan juta warga Yaman setiap bulan.

Kelima, dengan sangat banyaknya nyawa yang menjadi taruhan, semua pihak yang berperang mesti terlibat sepenuhnya dan secara terbuka dengan Utusan Khusus PBB untuk Yaman Martin Griffith guna mengakhiri konflik itu. 

 

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA