Jumat, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Jumat, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Syeikh Qaradhawi: Barat Berkomplot Gagalkan Kemajuan Turki

Senin 05 Nov 2018 13:24 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Teguh Firmansyah

Syekh Yusuf al-Qaradhawi

Syekh Yusuf al-Qaradhawi

Syeikh Qaradhawi juga menyinggung ihwal pembunuhan Khashoggi.

REPUBLIKA.CO.ID, ISTANBUL -- Cendekiawan Muslim terkemuka Syeikh Yusuf al-Qaradhawi (92 tahun) menuduh barat berkomplot melakukan manuver untuk menggagalkan kemajuan turki .  Hal itu dikatakannya sebagai ketua Uni  Cendekiawan Muslim Internasional (IUMS) pada sesi pembukaan umum IUMS di Istanbul, Sabtu (3/11) waktu setempat.

"Turki menghadapi rencana oleh mereka yang tidak suka melihat negara ini maju,"ujar al-Qaradhawi seperti dikutip laman Middle East Monitor, Senin (6/11).

syeikh qaradhawi mengatakan, mungkin mereka akan berhasil pada plot mereka, namun dukungan Allah SWT akan tetap tercurah bagi Presiden Turki recep tayyip erdogan dan saudara-saudaranya.

"Allah SWT akan membantu Erdogan untuk muncul sebagai pemenang selama Muslim sejati berdiri di sampingnya," kata dia.
 
Ketua IUMS tersebut mengatakan, Islam kini tengah mengalami banyak bencana. Menyambut perkembangan besar di Turki di bawah kepemimpinan Erdogan, Qaradhawi mengatakan, orang-orang Turki telah bertempur melawan karena mereka membela negara Islam.
 
Di sela-sela pidatonya, Syekh Qaradhawi juga mengomentari pembunuhan jurnalis Saudi, Jamal Khashoggi di dalam konsulat negara-nya di Istanbul. "Khashoggi mengatakan dia bukan tokoh oposisi, tetapi mereka [orang Saudi] tidak menerima itu dan membunuhnya," katanya.
 
"Khashoggi takut dipenjara ketika dia memasuki konsulat, tetapi dia tidak berpikir bahwa ada orang-orang yang akan membunuhnya dan mereka memang membunuhnya," keluhnya.
 
Perhelatan IUMS yang ke-5 ini dihadiri lebih dari 1.500 sarjana dari seluruh dunia. Majelis umum IUMS ini akan berlanjut hingga Kamis (8/11) mendatang.
 
Dia menambahkan, IUMS berdiri di atas prinsip moderat. “Organisasi kami sangat antiradikalis dan teroris seperti ISIS dan Alqaeda dan antipenjajahan,” kata dia. 
 
Hadir dalam pertemuan ini sebanyak 1.500 cendekiawan Muslim dari 80 negara. Ini merupakan pertemuan terbesar sejak organisasi didirikan pada 2004 lalu. Berlangsung hingga Kamis mendatang, pertemuan ini mengagendakan antara lain pemilihan ketua dan sekjen. 
 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA