Jumat, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Jumat, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Pertarungan Partai Demokrat dan Republik di Pemilu AS

Rabu 07 Nov 2018 12:15 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Nur Aini

Warga New York memberikan suara mereka pada Selasa (6/11) dalam pemilu paruh waktu Amerika Serikat.

Warga New York memberikan suara mereka pada Selasa (6/11) dalam pemilu paruh waktu Amerika Serikat.

Foto: AP/Mark Lennihan
Pemilu paruh waktu AS masih menempatkan dominasi Partai Republik di Senat.

REPUBLIKA.CO.ID, TALLAHASSE -- partai demokrat Amerika Serikat (AS) mengalahkan Republik di Michigan dan Kansas dalam perebutan kursi gubernur. Dua negara bagian itu memenangkan Donald Trump pada pemilihan presiden 2016 lalu. Tapi Republik berhasil mendapatkan Ohio di mana wakil mereka Mike DeWine mengalahkan wakil Demokrat Richard Cordray.

Sementara itu, Senat masih dikuasai Republik dengan jajak pendapat sementara 50 persen dan 40 persen sisanya dari calon independen. Kini Demokrat berharap bisa mengusai House of Representative.

Saat berita ini dibuat partai republik sudah mendapatkan 151 kursi sementara Demokrat 145 kursi dari 296 kursi. Republik dan Demokrat memperebutkan 435 kursi di House of Representative.

Di Michigan Gretchen Whitmer mengalahkan Bill Schuette untuk menggantikan gubernur dari partai Republik sebelumnya Rick Snyder, yang tidak bisa maju lagi karena batas waktu kekuasaan. Di Kansas, Laura Kelly mengalahkan Kris Kobach, seorang pengikut Trump yang setia. Pejawat dari Republik yakni Sam Brownback memiliki citra buruk di masyarakat karena kinerjanya dianggap buruk.

Di Florida, wakil Demokrat yang diunggulkan Andrew Gillum masih kalah dari wakil Republik Ron DeSantis. Berdasarkan data pukul 11:37 WIB, DeSantis unggul 1 persen. Ia mendapatkan 49,9 persen sementara Gillum 48,9 persen.

“Kami semua belajar pada tahun 2016 untuk tidak mengandalkan apa pun, bukan jajak pendapat, bukan integritas pemilu, bukan suasana hati pemilih,” kata salah seorang teman Gillum, Dawn Hucklebridge.

Demokrat juga sepertinya kalah di Georgia karena wakil mereka Stancey Abrams hanya mendapatkan 45,8 persen, sementara lawannya Brian Kemp sudah mendapatkan 53,2 persen. Dua kegagalan di Florida dan Georgia menunjukan Amerika di Wilayah Selatan belum siap menerima wakil dari kandidat liberal-progresif.

Dua wilayah tersebut menjadi tempat pertarungan terpanas selama kampanye. Donald Trump datang ke sana jelang masa kampanye berakhir. Begitu juga mantan Presiden AS Barack Obama yang mendukung Abrams dan Gillum. Selebritas Oprah Winfrey juga secara terbuka mendukung Abrams.

Kemp yang berusia 55 tahun dan DeSantis berusia 40 tahun menjadi kandidat yang mewakili laki-laki kulit putih Amerika. Sementara, Gillum dan Abrams mewakili kelompok minoritas, perempuan dan anti-rasisme.

Selama masa kampanye Gillum menyerukan menghentikan politik yang penuh kebencian dan memecah belah yang sering dilakukan Trump untuk segera dihentikan. Sementara itu, lawannya DeSantis mengaku puas setelah menjalani kampanye yang melelahkan.

"Kami melakukan semua yang telah bisa kami lakukan dan saya senang, tak peduli apa hasilnya," kata DeSantis usai memilih di Pantai Ponte Vedra.

sumber : AP/Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA