Rabu, 24 Safar 1441 / 23 Oktober 2019

Rabu, 24 Safar 1441 / 23 Oktober 2019

Dunia Internasional Didesak Hentikan Tindakan Ilegal Israel

Rabu 07 Nov 2018 19:45 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Nur Aini

Pembangunan permukiman ilegal Israel di Tepi Barat dan Yerusalem Timur.

Pembangunan permukiman ilegal Israel di Tepi Barat dan Yerusalem Timur.

Foto: EPA
Qatar meminta pembicaraan damai Palestina-Israel dilanjutkan.

REPUBLIKA.CO.ID, DOHA -- Emir Qatar Tamim bin Hamad al-Thani menyerukan masyarakat internasional untuk menghentikan tindakan ilegal Israel terhadap rakyat Palestina. Hal itu dia sampaikan ketika berpidato di acara pembukaan Dewan Syura Qatar pada Selasa (6/11).

“Mengingat ketidakluwesan Israel dan tidak adanya niat untuk mencapai perdamaian yang adil serta komprehensif, serta mengingat kebijakan de facto Israel yang terus menerus, masalah Palestina akan tetap di atas prioritas kami,” kata Emir Tamim, dikutip laman Middle East Monitor.

Ia menyerukan dihentikannya pembangunan permukiman ilegal Israel di wilayah Tepi Barat yang diduduki. Selain itu, Emir Tamim mendesak dilanjutkannya pembicaraan damai berdasarkan legitimasi internasional dan solusi dua negara dengan menyertakan hak pengungsi Palestina untuk kembali serta menjadikan Yerusalem Timur sebagai ibu kota Palestina.

Selain itu, Emir Tamim pun menyerukan agar Israel mencabut pengepungan atau blokade atas Jalur Gaza. Sebab, menurutnya hal itu telah menindas rakyat Palestina yang tinggai di sana.

Dia pun menyoroti perselisihan politik di internal Palestina, yakni antara Hamas dan Fatah. Ia meminta agar perselisihan kedua faksi tersebut segera diakhiri agar Palestina dapat menahan serangan dari pihak-pihak ekstrenal.

Qatar diketahui memiliki perhatian besar atas isu Palestina. Selama ini, Doha telah menyalurkan dana yang cukup melimpah untuk membantu Palestina, termasuk para pengungsi yang tersebar di beberapa negara seperti di Yordania, Lebanon, dan Suriah.

Bulan lalu, Qatar telah menjanjikan akan menyalurkan dana sebesar 150 juta dolar AS untuk Gaza. Dana itu dijanjikan melalui Qatar Development Fund. "Di bawah arahan dari Emir Qatar Yang Mulia Sheikh Tamim bin Hamad al-Thani, Qatar Development Fund telah menjanjikan 150 juta dolar AS bantuan kemanusiaan untuk meringankan krisis kemanusiaan di Jalur Gaza yang terblokade," kata Kementerian Luar Negeri Qatar pada 10 Oktober.

Menurut Kementerian Luar Negeri Qatar, penyaluran dana 150 juta dolar AS untuk Gaza akan diawasi United Nations Development Fund. Bulan lalu Qatar juga telah mengirim bantuan bahan bakar minyak untuk Gaza. PBB memperkirakan nilai sumbangan awal bahan bakar dari Qatar mencapai 60 juta dolar AS.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA