Monday, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Monday, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Erdogan: Tak Seorang Pun Bisa Ubah Turki Jadi Halamannya

Ahad 18 Nov 2018 08:45 WIB

Red: Ratna Puspita

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dalam Majelis Umum PBB, Selasa (25/9).

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dalam Majelis Umum PBB, Selasa (25/9).

Foto: AP Photo/Richard Drew
Pernyataan Erdogan terkait pertempuran Gallipoli, perang kemedekaan, dan kudeta.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARA -- Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengingatkan tak seorang pun bisa mengubah Turki sebagai halaman belakangnya. Ia mengatakan mereka yang berusaha mendominasi Turki selama satu abad belakangan ini telah didesak balik oleh rakyat Turki.

"Buat mereka yang berusaha mengubah Turki menjadi halaman belakang mereka sejak Pertempuran Gallipoli, Perang Kemerdekaan, dan kudeta yang gagal 15 Juli 2016, kami memberi mereka jawaban yang perlu sebagai satu bangsa," kata Recep Tayyip Erdogan dalam upacara pembukaan Taman Nasional di Basaksehir, Istanbul, Sabtu (17/11) waktu setempat.

Ia merujuk kepada aksi militer bersejarah yang menentukan dan upaya kudeta yang gagal yang menewaskan 251 orang. "Satu komitmen dalam program kegiatan 100-hari kami dicapai hari ini dengan pembukaan Taman Nasional ini, dan yang lain akan diselesaikan satu demi satu," tambah Erdogan.

"Kami mengatakan bahwa kami akan membuat Kanal Istanbul, mereka mengatakan, 'Kami tak menginginkan itu', 'Jangan buat itu'. Kami akan membuatnya baik kalian menginginkannya atau tidak," katanya.

Tahun depan, Turki berencana meluncurkan pembuatan Kanal Istanbul, saluran air buatan tingkat-laut, dan menyelesaikannya pada 2023, kata Menteri Perhubungan dan Prasarana Turki Cahit Turhan. Kanal itu dimaksudkan untuk memberi kelonggaran buat lalu-lintas pelayaran antara Laut Hitam dan Laut Marmara, terutama kapal tanker minyak yang melewati Selat Bosphorus.

Kanal sepanjang 45 kilometer tersebut, yang akan dibuat sepanjang koridor Kucukcekmece-Sazlidere-Durusu di Istanbul, dirancang dengan kapasitas 160 kapal per hari. Di dalam pidatonya, Erdogan mengatakan mereka juga akan membuat tempat pekan raya terbesar di Turki di Bandar Udara Ataturk --yang akan ditutup buat penerbangan komersial pada 31 Desember tahun ini.

Setelah pembukaan Taman Nasional Basaksehir, melalui telekonferensi, Erdogan juga meresmikan Taman Nasional lain di Kayasehir, Hosdere, Baruthane dan Cirpici.

Ketua Parlemen Binali Yildirim juga memuji pembukaan Taman Nasional baru itu, dan mengatakan, "Kota besar adalah pusat peradaban kita. Semua upaya kita ialah membuat orang menjalani hidup yang baik."

Pekan Maulid

Saat berbicara dalam upacara peresmian pekan untuk menghormati Nabi Muhammad SAW, Maulid, presiden Turki itu mengatakan hidup Nabi Muhammad SAW menjadi contoh buat seluruh manusia dan generasi masa depan. "Hidupnya adalah panduan terbesar bukan hanya buat ummatnya tapi juga buat seluruh umat manusia," kata Erdogan.

Ia menggaris-bawahi pentingnya untuk menjadi contoh buat geneasi muda negeri itu untuk masa depan yang cerah. "Jika kita memberi contoh yang bagus buat generasi muda, mereka takkan jatuh ke dalam cengkeraman dedengkot teror di Qandil dan 'penipu' di Pennsylvania," kata Erdogan.

Ia merujuk kepada Fetullah Gulen, pemimpin jaringan Organisasi Teror Fetullah (FETO) --yang berpusat di AS. "Masa depan bangsa ini, yang mengabaikan dan berpaling dari generasi muda, dan tidak memberi perhatian yang cukup buat pembangunan kembali hati serta jiwa mereka, menghadapi ancaman," ia menambahkan.

Ketika berbicara mengenai perubahan yang dialami Turki selama 16 tahun belakangan ini, presiden tersebut mengatakan, "Kita hidup di negara tempat kebebasan lebih banyak dibicarakan dibandingkan dengan pembatasan dan semua gagasan disampaikan secara bebas selama tak ada teror dan kekerasan."

sumber : Antara/Anadolu-OANA
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA