Monday, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Monday, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Ukraina Resmikan Darurat Militer, Ini Sikap Putin

Selasa 27 Nov 2018 16:33 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Teguh Firmansyah

Vladimir Putin

Vladimir Putin

Foto: EPA/Sergei Chirikov
Putin mengharapkan peran Jerman untuk bisa mengendalikan Ukraina.

REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW -- Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan keprihatinan serius atas diberlakukannya darurat militer di Ukraina. Hal itu disampaikan Putin ketika menjalin percakapan via telepon dengan Kanselir Jerman Angela Merkel.

"Putin menyatakan keprihatinan serius atas keputusan Kiev menempatkan pasukan bersenjatanya dalam kesiagaan dan memperkenalkan darurat militer," kata Kremlin dalam sebuah pernyataan pada Selasa (27/11).

Dalam percakapannya dengan Merkel, Putin mengharapkan peran Jerman untuk bisa mengendalikan Ukraina. "Dia (Putin) berharap Berlin dapat mempengaruhi otoritas berwenang Ukraina untuk mencegah mereka dari tindakan lebih sembrono," kata Kremlin.

Baca juga, Rusia Tembaki Kapal Ukraina.

Parlemen Ukraina telah menyetujui pemberlakuan darurat militer selama 30 hari pada Senin (26/11). Hal itu dilakukan menyusul tindakan Rusia yang menyerang dan menahan tiga kapal angkatan laut Ukraina pada Ahad (25/11).

Moskow mengklaim serangan dilakukan karena ketiga kapal Ukraina telah melakukan provokasi. Sementara Ukraina menyebut ketiga kapal miliknya, yang hendak menuju Laut Azov, memang harus melewati Selat Kerch di lepas pantai Krimea, sebuah wilayah yang dianeksasi Rusia.

Pascakejadian itu, Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) meminta Rusia dan Ukraina menahan diri guna menghindari eskalasi lebih lanjut. Sementara Polandia mengecam tindakan agresi Rusia. Warsawa menilai apa yang dilakukan Rusia telah melanggar hukum internasional.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA