Thursday, 20 Muharram 1441 / 19 September 2019

Thursday, 20 Muharram 1441 / 19 September 2019

PBB: Solusi Dua Negara Jadi Opsi Tunggal Israel-Palestina

Kamis 29 Nov 2018 15:50 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Nur Aini

 Antonio Guterres

Antonio Guterres

Foto: Reuters
Pemimpin Israel dan Palestina diminta memulihkan komitmen pada resolusi 181.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan, solusi dua negara Israel-Palestina masih menjadi satu-satunya opsi untuk mencapai perdamaian permanen. Hal itu dia sampaikan ketika memperingati 'the International Day of Solidarity with the Palestinian People', Rabu (28/11).

Guterres menyerukan kepada para pemimpin Israel dan Palestina untuk memulihkan komitmen pada janji resolusi 181. Dalam resolusi tersebut, Israel dan Palestina harus hidup berdampingan dalam perdamaian dan keamanan, memenuhi aspirasi nasional yang sah dari kedua bangsa, dan menjadikan Yerusalem sebagai ibu kota kedua negara, di mana Yerusalem Timur menjadi ibu kota Palestina.

"Ini adalah satu-satunya cara untuk mencapai hak asasi rakyat Palestina yang tak dapat dicabut," ujar Guterres, dikutip laman UN News.

Sementara itu, Presiden Majelis Umum PBB Maria Fernanda Espinosa menyoroti peran PBB dalam proses perdamaian Israel-Palestina. "Solidaritas kita dengan rakyat Palestina tidak boleh berakar hanya karena simpati. Sama layaknya seperti itu, rakyat Palestina berhak atas lebih dari itu," ucapnya.

Ia mengingatkan kembali bahwa janji PBB adalah tidak meninggalkan siapa pun di belakang. Hal itu berarti melakukan segala sesuatu dengan kekuatan yang dimiliki untuk mengakhiri mimpi buruk rakyat Palestina saat ini.

"Tidak cukup mengadvokasi atas nama rakyat Palestina jika kita tidak menggunakan kemauan politik yang diperlukan untuk membuat pijakan yang berarti," kata Espinosa.

Ia pun menyerukan para pemimpin dunia untuk mengambil tindakan guna merespons krisis kemanusiaan yang telah berlangsung lama dan kompleks akibat konflik selama puluhan tahun. "Keadaan rakyat Palestina tetap menjadi luka di hati nurani kolektif kami dan kita semua memiliki tanggung jawab untuk menekan urgensi perlunya resolusi yang cepat," ujar Espinosa.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA