Monday, 17 Muharram 1441 / 16 September 2019

Monday, 17 Muharram 1441 / 16 September 2019

Trump Mengaku tak Khawatir akan Digulingkan

Kamis 13 Dec 2018 04:58 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Teguh Firmansyah

Donald Trump

Donald Trump

Foto: REUTERS/Mike Segar
Trump menilai uang 'tutup mulut' yang dibayarkan pengacaranya tak langgara hukum.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengaku tidak khawatir akan digulingkan. Presiden AS ke-45 juga mengatakan uang 'tutup mulut' yang dibayarkan mantan pengacara pribadinya, Michael Cohen kepada dua orang perempuan pada pemilihan presiden 2016 lalu tidak melanggar peraturan kampanye.

"Sulit untuk menggulingkan seseorang yang tidak melakukan kesalahan apa pun dan orang yang telah menciptakan perekonomian terbesar dalam sejarah negara kami, saya tidak khawatir, tidak, saya pikir orang-orang akan memberontak jika itu terjadi," kata Trump, Rabu (12/12).

Pada pekan lalu jaksa federal di New York mengatakan Trump menginstruksikan Cohen untuk membayar dua perempuan sebesar 100 riby dolar AS lebih. Uang tutup mulut tersebut diberikan agar mereka tidak membicarakan hubungan ilegal mereka dengan Trump yang menjadi kandidat presiden pada 2016 lalu.

Baca juga, Potensi Penggulingan Donald Trump Menguat di AS.

Para jaksa mengatakan pembayaran tersebut melanggar hukum kontribusi kampanye yang telah ditetapkan undang-undang. Dalam undang-undang AS berbagai hal yang mempengaruhi suara dalam pemilihan harus diungkapkan dan dibatasi sampai 2.700 dolar AS per orang.

Partai Demokrat mengatakan tuduhan jaksa ini dapat menggulingkan Trump dari kursi presiden. Walaupun ada beberapa pemimpin senior dalam partai tersebut di Kongres masih mempertanyakan apakah pelanggaran itu cukup berat untuk memulai proses penggulingan.

Penggulingan presiden AS membutuhkan minimal 51 persen suara di House of Representatif. Demokrat sebagai oposisi menguasai House of Representative pada pemilu sela lalu. Tapi penggulingan presiden juga harus disetujui oleh dua per tiga suara di Senat. Partai pengusung Trump yakni Partai Republik masih berkuasa di sana.

Hukuman Cohen akan dibacakan dalam sebuah sidang di New York. Ia dinyatakan bersalah atas perannya membayar dua perempuan yaitu seorang aktris film dewasa Stormy Daniels dan mantan model majalah Playboy Karen McDougal. Trump sudah membantah memiliki hubungan dengan kedua perempuan tersebut.

Pada tahun ini Trump mengakui ia membayar Cohen sebesar 130 ribu dolar AS untuk membayar Daniels, yang nama aslinya  Stephanie Clifford. Sebelumnya Trump selalu menyangkal mengetahui pembayaran tersebut.

Trump mengecam Cohen karena bekerja sama dengan jaksa, ia menuduh pengacara tersebut berbohong tentangnya untuk mendapatkan hukuman yang lebih ringan. Ia meminta Cohen diberi hukuman penjara yang lama. Trump juga mengatakan mantan pengacaranya tersebut seharusnya mengerti tentang peraturan kampanye.

"Michael Cohen seorang pengacara, saya berasumsi dia mengetahui apa yang ia lakukan, pertama, itu bukan sumbangan kampanye, jika ya, itu hanya sipil dan jika hanya sipil, berdasarkan apa yang kami lakukan tidak ada pelanggaran," kata Trump.

Jaksa khusus Robert Mueller juga sudah memanggil orang-orang terdekatnya dalam kasus intervensi Rusia saat pemilihan presiden 2016 lalu. Trump tidak mau mengomentari tentang hal tersebut.

"Saya belum mendengar tentang hal ini, tapi saya bisa katakan kepada Anda hal ini: Hillary Clinton - suaminya dapat uang, ia dapat uang, ia membayar seseorang, kenapa tidak ada yang membicarakan hal itu?" kata Trump.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA