Tuesday, 16 Rabiul Akhir 1442 / 01 December 2020

Tuesday, 16 Rabiul Akhir 1442 / 01 December 2020

Jaksa Brasil Cari Pelaku Pelecehan Berkedok Guru Spiritual

Kamis 13 Dec 2018 10:16 WIB

Rep: Fira Nursya'bani/ Red: Esthi Maharani

pelecehan seksual (ilustrasi)

pelecehan seksual (ilustrasi)

200 perempuan mengaku mendapatkan pelecehan seksual dari Faria

REPUBLIKA.CO.ID, BRASILIA - Jaksa Brasil telah mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Joao Teixeira de Faria, guru spiritual yang mengaku sebagai 'John of God'. Surat itu dikeluarkan setelah lebih dari 200 perempuan mengaku mendapatkan pelecehan seksual dari Faria saat mereka mendapatkan bimbingan dan pengobatan spiritual.

Sumber penegak hukum yang mengetahui tentang masalah itu mengatakan kepada Reuters pada Rabu (12/12), surat perintah penangkapan dikeluarkan oleh pengadilan di Abadiania, sebuah kota kecil di Brasil tengah. Di kota itu, Faria mendirikan pusat penyembuhan spiritualnya.

Sejak tuduhan pertama ditayangkan di televisi pada Jumat (7/12), sebanyak 258 perempuan telah mengaku mendapatkan pelecehan seksual dari Faria. Menurut kantor kejaksaan di Negara Bagian Goias, tempat Kota Abadiania berada, sebagian besar dari korban adalah warga negara asing.

Faria menjadi terkenal setelah pembawa acara TV terkemuka Oprah Winfrey menyiarkan laporan tentang metode penyembuhan psikisnya pada 2013. Ia semakin tenar setelah mengaku melakukan operasi ajaib dengan menggunakan tangannya dan tanpa anestesi.

Winfrey mengatakan dalam sebuah pernyataan, dia mengunjungi pusat penyembuhan Faria pada 2012 untuk mengeksplorasi metode penyembuhannya yang kontroversial. Kunjungan itu kemudian ditayangkan dalam sebuah episode di 'Oprah’s Next Chapter' yang ditayangkan tahun berikutnya.

"Saya berempati terhadap para perempuan yang maju dan mengharapkan keadilan," ujar Winfrey.

Para korbannya mengaku dilecehkan secara seksual saat Faria dirasuki oleh makhluk gaib ketika pengobatan spiritual berlangsung. Pada Rabu (12/12), Faria telah menyatakan tidak bersalah, dalam komentar pertamanya sejak skandal itu muncul.

“Saudara-saudara dan saudari-saudari saya yang terkasih, saya bersyukur kepada Tuhan karena berada di sini. Saya ingin mematuhi hukum Brasil. Saya berada di tangan hukum. John of God masih hidup," kata Faria.

Skandal tersebut mengejutkan Kota Abadiania, yang perekonomiannya bergantung pada pariwisata yang dibawa oleh pusat penyembuhan milik Faria, yang dibuka pada 1976. Ribuan warga Brasil dan orang asing sebelumnya telah berbondong-bondong ke kota itu.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA