Tuesday, 16 Rabiul Akhir 1442 / 01 December 2020

Tuesday, 16 Rabiul Akhir 1442 / 01 December 2020

Kanada Umumkan Pengusahanya Hilang di Cina

Kamis 13 Dec 2018 12:27 WIB

Rep: Fergi Nadira/Afrizal/ Red: Teguh Firmansyah

Ilustrasi Penangkapan.

Ilustrasi Penangkapan.

Foto: Pixabay
Spavor tak lagi bisa dihubungi setelah diinterogasi oleh otoritas keamanan Cina.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Kementrian Luar Negeri Kanada mengaku tidak dapat menghubungi salah pengusaha Kanada, Michael Spavor di Cina. Spavor disebut tengah ditanyai otoritas Beijing ketika kontak terakhir dengan Kanada.

Sebelumnya otoritas Cina juga menahan mantan diplomat Michael Kovrig pada Senin (9/12). Di tengarai aksi penangkapan ini merupakan balasan Cina menyusul penahanan petinggi Huawei Meng Wanzhou oleh otoritas Kanada.

Menteri Luar Negeri Kanada Chrystia Freeland sebelumya mengatakan, Spavor bisa menjadi warga kedua yang mendapatkan masalah di Cina. Otoritasnya masih mencoba untuk memastikan keberadaannya. "Kami berhubungan dengan keluarganya,” kataChrystia Freeland pada konferensi pers pada Rabu (12/12) seperti dilansir dari the Guardian.

Baca juga,  Petinggi Huawei Ditahan, Cina Ancam Kanada.

Juru bicara kementerian luar negeri Kanada Guillaume Berube pada Rabu (12/12) malam menambahkan, Spavor merupakan pengusaha Kanada yang berbasis di Kota Dandong. Kanada hingga kini tengah berupaya keras guna memastikan keberadaan Spavor.

"Kanada juga akan terus mendesak Cina mengangkat masalah ini," ujar Beruber seperti dikutip Reuters, Kamis (13/12).

Namun, pemerintah Kanada tidak bersedia untuk secara langsung mengaitkan penangkapan Meng dengan penahanan Kovrig atau Spavor.  Kovrig sedang ditahan atas dugaan terlibat dalam kegiatan yang membahayakan keamanan nasional China.

"Warga Kanada Michael John Kovrig pada 10 Desember diselidiki sesuai dengan hukum oleh Biro Keamanan Negara Beijing karena dicurigai terlibat dalam kegiatan yang membahayakan keamanan negara China," kata surat kabar itu, dilansir dari the Guardian.

Diketahui, Kovrig bekerja untuk International Crisis Group (ICG) sedang cuti dari Global Affairs Canada, tetapi dia masih dianggap seorang karyawan. Namun, dia tidak memiliki status diplomatik.

ICG  yang berfokus pada resolusi konflik, mengatakan dalam pernyataan sebelumnya Kovrig ditahan oleh pejabat keamanan negara di Beijing pada Senin (10/12) malam.

Para diplomat di Cina meyakini Kovrig terlibat dalam pekerjaan kontra-spionase.  Namun, presiden dan kepala eksekutif ICG, Robert Malley, mengatakan kelompok itu tidak terlibat dalam kegiatan tersebut.

Sementara itu, Meng yang juga kepala keuangan Huawei serta putri dari pendiri perusahaan tersebut, dituduh melanggar sanksi Amerika Serikat terhadap Iran. Meng ditahan di Vancouver Sabtu lalu, dan menghadapi ekstradisi ke Amerika Serikat. Di sana dia bisa dipenjara hingga 30 tahun jika terbukti bersalah.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA