Wednesday, 24 Safar 1441 / 23 October 2019

Wednesday, 24 Safar 1441 / 23 October 2019

Jerman Menentang Rudal Nuklir Baru di Eropa

Kamis 27 Dec 2018 20:50 WIB

Rep: Fira Nursya'bani/ Red: Esthi Maharani

Rudal nuklir / Ilustrasi

Rudal nuklir / Ilustrasi

Foto: reuters
Penentangan diserukan jika perjanjian kontrol senjata era Perang Dingin dibatalkan

REPUBLIKA.CO.ID, BERLIN - Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas mengatakan Jerman akan sangat menentang setiap langkah untuk menempatkan rudal nuklir jarak menengah baru di Eropa. Penentangan itu akan diserukan Jerman jika perjanjian kontrol senjata era Perang Dingin dibatalkan.

"Dalam situasi apa pun Eropa tidak boleh menjadi panggung untuk perdebatan perlucutan senjata," kata Maas, dikutip kantor berita Jerman, Deutsche Presse-Agentur (DPA), dalam sebuah wawancara yang diterbitkan pada Rabu (26/12).

"Penempatan rudal jarak menengah baru akan disambut dengan perlawanan luas di Jerman," tambah dia.

Amerika Serikat (AS) telah mengancam untuk menarik diri dari Intermediate-range Nuclear Forces Treaty 1987. Kesepakatan itu melarang Moskow dan Washington untuk menempatkan rudal-rudal berbasis darat jarak pendek dan menengah di Eropa.

Rusia mengatakan pihaknya telah merencanakan penyebaran rudal nuklir baru di Eropa menyusul rencana penarikan Washington dari perjanjian itu. "persenjataan nuklir adalah jawaban yang salah," ungkap Maas.



sumber : Reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA