Sunday, 17 Zulhijjah 1440 / 18 August 2019

Sunday, 17 Zulhijjah 1440 / 18 August 2019

Harapan Ilhan Omar Berhijab Saat Pelantikan Kongres AS

Kamis 03 Jan 2019 20:14 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Nur Aini

Ilhan Omar.

Ilhan Omar.

Foto: AP
Ilhan Omar diperkenankan berhijab saat upacara pelantikan Kongres AS.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Lengkap sudah kebahagiaan Ilhan Omar. Sebagai salah satu Muslimah pertama yang terpilih menjadi anggota Kongres Amerika Serikat (AS), Omar sempat berharap dalam prosesi pelantikannya, dia diperkenankan mengenakan hijab. Harapan itu pun terkabul.

Pada Kamis (3/1), Omar dilantik dan diizinkan menggunakan hijab. Aturan tentang pelarangan penggunaan penutup kepala, termasuk hijab, diubah setelah Partai Demokrat memenangkan pemilu sela AS dan berhasil menguasai Kongres. Kendati hijab diizinkan, namun penggunaan topi reguler, seperti topi baseball atau koboi, tetap dilarang.

Omar menjadi legislator federal pertama yang dilantik dengan menggunakan hijab. Pada November lalu, dia sempat mengutarakan keinginannya menggunakan hijab saat proses pelantikan. “Tidak ada yang menaruh selendang di kepala saya selain saya. Itu pilihan saya yang dilindungi oleh amandemen pertama. Dan ini bukan larangan terakhir yang akan saya coba angkat,” kata Omar melalui akun Twitter pribadinya, dikutip laman Daily Mail.

Omar, yang kini berusia 36 tahun, berasal dari Somalia. Orang tuanya datang ke AS pada 1995, ketika Omar berusia 12 tahun. Sebagai seorang imigran, Muslim, dan wanita berkulit hitam yang tinggal di AS, Omar sudah cukup merasakan pahitnya diskriminasi.

Bertolak dari keadaan itu, Omar sempat bergabung dengan the National Association for the Advancement of Colored People (NAACP). Organisasi tersebut fokus membela hak-hak sipil masyarakat Afrika-Amerika.

Namanya mulai dikenal saat menjadi aktivis di NAACP. Pada 2016, Omar terpilih sebagai anggota badan legislatif Minnesota. Ia menjadi warga AS keturunan Somalia pertama yang berhasil menduduki posisi tersebut.

Pada pemilu sela AS November lalu, Omar mencalonkan diri untuk menjadi anggota Kongres dari Partai Demokrat. Donald Trump menjadi alasan utama keikutsertaannya dalam kontestasi tersebut.

Trump diketahui telah membangkitkan sentimen anti-Muslim selama berkampanye pada pilpres 2016. Hal itu akhirnya menyuburkan fenomena Islamofobia di AS. Selama masa kampanyenya menjadi anggota Kongres, Omar sangat merasakan dampak dari propaganda Trump.

Kendati demikian, nilai-nilai keislaman yang telah tertanam dalam dirinya tak luntur. Ketika berpidato pertama kali setelah dirinya terpilih sebagai anggota Kongres mewakili Negara Bagian Minnesota, misalnya, ia membukanya dengan kata “Assalamualaikum”. Hadirin, termasuk para pendukungnya pun sontak menjawab “Walaikumsalam”.

Setelah mengucap salam, Omar memulai pidatonya dengan kata hamdalah sebagai bentuk rasa syukur karena dirinya telah terpilih sebagai anggota Kongres. Selain Omar, Muslimah lain yang juga dilantik Kongres pada Kamis adalah Rashida Tlaib. Ia merupakan Muslimah AS keturunan Palestina pertama yang terpilih sebagai anggota Kongres mewakili Negara Bagian Michigan. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA