Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

PBB Serukan Penyelidikan Independen Atas Kasus Khashoggi

Sabtu 05 Jan 2019 13:10 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Friska Yolanda

Ilustrasi Jamal Khashoggi

Ilustrasi Jamal Khashoggi

Foto: Foto : MgRol112
Juru bicara Kantor HAM PBB menegaskan pihaknya selalu menentang hukuman mati.

REPUBLIKA.CO.ID, JENEWA -- Juru bicara Kantor Hak Asasi Manusia PBB Ravina Shamdasani mengatakan persidangan yang digelar Arab Saudi atas kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi masih belum mencukupi. Dia menyerukan adanya penyelidikan independen terhadap kasus tersebut. 

“Dari awal kasus ini, kami telah mendesak keadilan. Kami telah menyerukan penyelidikan independen dengan keterlibatan internasional, "kata Shamdasani pada Jumat (4/1), dikutip laman Anadolu Agency

Dia pun mengomentari tentang tuntutan mati yang diajukan kepada lima tersangka pembunuhan Khashoggi dalam persidangan di Saudi. Shamdasani menegaskan pihaknya selalu menentang hukuman mati. 

"Kami menyadari persidangan ini yang sedang berlangsung di Arab Saudi, tetapi ini tidak cukup," ujar Shamdasani menambahkan. 

Baca juga, 5 Pelaku Pembunuhan Khashoggi Dituntut Hukuman Mati

Pengadilan Arab Saudi telah menggelar sidang perdana kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi, Kamis (3/12). Sebanyak 11 tersangka yang terlibat dalam pembunuhan Khashoggi dihadirkan. 

Kantor Jaksa Penuntut Umum Saudi mengatakan, lima tersangka di antaranya telah dituntut hukuman mati. Kendati demikian, mereka mengklaim penyidikan atas kasus tersebut masih terus berjalan. 

Khashoggi dibunuh dan dimutilasi di gedung konsulat Saudi di Istanbul, Turki, pada 2 Oktober. Kendati otoritas Turki dan Saudi telah mengonfirmasi bahwa Khashoggi dibunuh, tapi hingga kini jasadnya belum ditemukan. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA