Rabu 09 Jan 2019 16:28 WIB

Rakhine Kembali Memanas, 4.500 Warga Mengungsi

PBB cemas atas apa yang terjadi di Rakhine.

Rep: Fergi Nadira/ Red: Teguh Firmansyah
Location of Rakhine State in Myanmar
Foto: en.wikipedia.org
Location of Rakhine State in Myanmar

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan, lebih dari 4.500 warga desa di Rakhine terlantar akibat serangan terbaru dalam pertempuran antara militer Myanmar dan milisi Arakan.

Juru bicara PBB Farhan Haq mengatakan, bentrokan terus berlangsung selama beberapa hari terakhir setelah serangan oleh kelompok gerilyawan di pos-pos polisi di Kotapraja Buthidaung pada 4 Januari. PBB pun masih membantu evakuasi para warga sipil.

Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan memimpin misi pada 29-31 Desember lalu ke desa-desa Taung Min Kalar dan Kan Sauk di kota Kyauktaw dan Auk Thin Pone Tan dan Hpar Kywe Wa di kota Ponnagyun yang saat itu menampung sekitar 1.600 pengungsi.

Pertempuran muncul di negara bagian Rakhine pada awal Desember antara pasukan pemerintah dan milisi Arakan pemberontak yang menginginkan otonomi luas bagi Rakhine.

Baca juga,  PBB Cemaskan Situasi Keamanan di Rakhine.

Koordinator residen PBB untuk Myanmar Knut Ostby mencemaskan situasi keamanan di Negara Bagian Rakhine barat. Hal itu menyusul terjadinya praertempuran antara militer Myanmar dan milisi Arakan Army.

Ostby menyerukan kepada kedua belah pihak agar memastikan perlindungan bagi warga sipil di wilayah tersebut. "Ostby selanjutnya meminta kepada semua pihak mengintensifkan upaya untuk menemukan solusi damai untuk situasi dan memastikan akses kemanusiaan ke semua orang yang terkena dampak kekerasan," kata PBB dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada Rabu (9/1).

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement