Monday, 22 Safar 1441 / 21 October 2019

Monday, 22 Safar 1441 / 21 October 2019

Australia Hadapi Gelombang Panas Terparah dalam 80 Tahun

Ahad 20 Jan 2019 04:06 WIB

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Israr Itah

Cuaca panas di Australia.

Cuaca panas di Australia.

Foto: ABC News
Suhu melonjak di atas 40 derajat celsius selama enam hari berturut-turut.

REPUBLIKA.CO.ID, SYDNEY -- Australia sedang berjuang melalui gelombang panas paling signifikan selama 80 tahun. Suhu melonjak di atas 40 derajat celsius selama enam hari berturut-turut di seluruh negeri.

Jalan-jalan aspal mencair, hewan-hewan mati, dan api berkobar saat suhu melonjak di New South Wales, Australia Selatan, dan Victoria. Ratusan warga Australia berbondong-bondong ke Bondi Beach di Sydney untuk menenangkan diri dari suhu musim panas yang ekstrem, seperti dilansir Daily Mail, Sabtu (19/1).

Angka terbaru yang mencengangkan dilaporkan di Kota Noona, New South Wales. Suhu minimum semalaman mencapai 35,9 celsius pada Kamis, rekor baru untuk seluruh Australia. Setidaknya lima dari sepuluh hari terpanas di negara itu telah mencapai rekor dalam pekan terakhir, dengan Jumat, hari dimana suhu memuncak, belum dihitung.

Catatan terpanas untuk negara tersebut terjadi pada 7 Januari 2013, ketika suhu maksimum rata-rata nasional adalah 40,3 derajat celsius. Masih harus dilihat apakah gelombang panas saat ini akan melampaui itu.

Pada Rabu saja, New South Wales memecahkan 14 rekor panas sepanjang masa dan delapan rekor panas di Januari. Ini termasuk di Kota Griffith yang mencatatkan suhu 46,4 derajat celsius.

Menindee, di ujung barat negara bagian itu, diperkirakan mencapai 45 derajat celsius pada Jumat setelah memecahkan rekor sepanjang masa dengan suhu 47,8 derajat celsius pada awal pekan. Belum terlihat suhu tertinggi siang hari yang di bawah 45 derajat sejak Senin.

Bandara Broken Hill, Whitecliff, Wilcannia, dan Albury semuanya menyaksikan hari-hari terpanas mereka sejak rekor panas dimulai pada Rabu. Sementara itu Marble Bar, di Australia Barat, mencatat suhu tertinggi selama tujuh hari terakhir dengan 49,1 derajat pada Ahad, menandai rekor Januari. Tarcoola, di Australia Selatan, juga mencapai 49 derajat.

Ahli klimatologi dari Biro Meteorologi, Simon Grainger, menilai ini merupakan gelombang panas paling siginifikan di Australia. "Berdasarkan luas dan lamanya, ini adalah gelombang panas yang paling signifikan yang mempengaruhi daratan Australia timur sejak Januari 1939," kata Grainger kepada CNN.

Pemerintah negara bagian dan Biro Meteorologi telah mengeluarkan belasan peringatan. Mereka memberi tahu pengemudi untuk memberikan waktu ekstra untuk perjalanan karena mobil lebih cenderung rusak dalam kondisi ekstrem. Dinas Pemadam Kebakaran di New South Wales mengatakan krunya memerangi lebih dari 60 kebakaran dengan 13 larangan api di seluruh negara bagian.

Tiga anak di Sydney barat daya harus dirawat karena kelelahan akibat panas dan muntah. Adapun 16 orang di Australia Selatan dirawat di rumah sakit setelah menderita efek panas. Pengguna kereta api Sydney diperingatkan akan ada penundaan di seluruh jaringan seiring naiknya suhu. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA