Jumat, 29 Jumadil Awwal 1441 / 24 Januari 2020

Jumat, 29 Jumadil Awwal 1441 / 24 Januari 2020

Marak Demonstrasi, Presiden Sudan Malah Kunjungi Qatar

Selasa 22 Jan 2019 17:43 WIB

Red: Nashih Nashrullah

Omar Hassan Al Bashir

Omar Hassan Al Bashir

Foto: EPA/Sabri Elmhedwi
Aksi-aksi protes terjadi hampir setiap hari di Sudan sejak 19 Desember.

REPUBLIKA.CO.ID, KAIRO— Presiden Sudan Omar al-Bashir direncanakan mengunjungi Qatar pekan ini di tengah aksi-aksi protes anti-pemerintah melanda negaranya. Aksi-aksi protes terjadi hampir setiap hari di Sudan sejak 19 Desember, yang dipicu krisis ekonomi dan para pengunjuk rasa menyalahkan Bashir sebagai penyebab meningkatnya inflasi dan kekurangan bahan pokok seperti roti.

Al-Bashir dijadwalkan tiba Selasa (22/1) dan bertemu dengan Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Ath Thani pada Rabu untuk membahas cara-cara meningkatkan hubungan, demikian Kantor Berita QNA, tanpa memberi perincian lebih jauh.

Sheikh Tamim termasuk di antara para pemimpin pertama yang menyatakan dukungan bagi Bashir setelah aksi-aksi protes pecah, dengan menyatakan Qatar siap menawarkan semua bantuan yang diperlukan. Negara Teluk yang kecil dan kaya itu belum mengumumkan bantuan keuangan kepada Sudan. 

Qatar berlomba-lomba berama negara-negara pesainnya di kawasan untuk menanamkan pengaruh di Sudan dan negara-negara di Laut Merah dan Teluk Aden. Sementara itu, ratusan orang berunjuk rasa di Omdurman, kota di Sudan, pada Senin, sambil meneriakkan "rakyat ingin kejatuhan rezim ini", kata para saksi mata yang dikutip Reuters dari Khartoum, setelah keluarga seorang pria ditembak dalam protes itu pekan lalu. 

Aksi-aksi yang telah berlangsung lebih sebulan itu yang dipicu karena krisis ekonomi berubah cepat menjadi seruan-seruan bagi diakhirinya pemerintahan tiga dekade Presiden Bashir. Keluarga Alfateh Omar al-Nemeir, 24 tahun, yang mengikuti program vokasi mesin, mengatakan kepada Reuters, ia meninggal karena luka-luka hingga ke mata terkena peluru ketika ikut berdemonstrasi di kawasan Burri Kamis lalu. 

Komite dokter yang terkait oposisi mengatakan, seorang anak dan dokter ditembak mati dalam protes-protes pada 17 Januari di Burri, kawasan dekat Khartoum, ibu kota Sudan. Juru bicara kepolisian membantah seorang anak telah tewas dan tak ada peluru tajam diigunakan sejak protes-protes berlangsung. Bashir menyalahkan kematian dokter itu akibat ulah para penyusup.

sumber : Reuters/Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA