Wednesday, 17 Rabiul Akhir 1442 / 02 December 2020

Wednesday, 17 Rabiul Akhir 1442 / 02 December 2020

Mantan Kepala Intelijen Minta Kanada Blokir Huawei

Selasa 22 Jan 2019 17:47 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Nur Aini

Huawei

Huawei

Foto: EPA
Duta Besar Cina mengancam akan menanggapi dengan keras jika Kanada blokir Huawei.

REPUBLIKA.CO.ID, OTTAWA -- Mantan kepala intelijen Kanada Richard Fadden mengatakan negaranya harus melarang perusahaan telekomunikasi Cina, Huawei memasok peralatan jaringan 5G. Hal itu karena menurut Fadden, jika Kanada tetap menggunakan peralatan Huawei maka Kanada akan menghadapi risiko yang besar.

Fadden pernah menjadi kepala badan intelijen Kanada yaitu Canadian Security Intelligence Service dari 2009 sampai 2013. Dalam artikel yang ia tulis di surat kabar Globe and Mail, Fadden mengatakan ia sedang mengumpulkan bukti untuk memblokir Huawei.

"Pemerintah Kanada harus mengabaikan ancaman dan melarang Huawei memasok peralatan jaringan 5G untuk melindungi keamanan warga Kanada," tulis Fadden, Selasa (22/1).

Pada pekan lalu, duta besar Cina sudah mengancam akan menanggapi dengan keras jika Kanada memblokir Huawei. Sebuah peringatan yang diabaikan pemerintah Kanada. Hubungan kedua negara semakin menegang sejak Kanada menahan Meng Wanzhou, petinggi sekaligus putri pendiri Huawei.

Saat ini Kanada sedang meneliti implikasi keamanan jaringan 5G, jaringan telpon genggam termuktakhir. Tapi laporan tentang penelitian tersebut tidak akan dirilis dalam waktu dekat.

Beberapa sekutu Kanada sudah melarang penggunaan peralatan Huawei. Produk Huawei dinilai dapat dipakai pemerintah Cina untuk mematai-matai warga negara yang memakai produk perusahaan tersebut.

Menteri Keamanan Publik Kanada Ralph Goodale mengatakan ada beberapa perusahaan lain yang dapat memasok peralatan jaringan 5G. Tapi, ia tidak memberikan rincian perusahaan apa saja yang nantinya akan dipakai Kanada.

Cina sudah menahan dua warga negara Kanada beberapa hari setelah Kanada menahan Meng. Pengadilan Cina pun menjatuhi hukuman mati warga negara Kanada lainnya atas tuduhan penyulundupan narkoba.

"Jika Cina akan menggunakan hukuman mati kepada warga negara Kanada untuk membela perusahaan juara nasional, apa yang mungkin dilakukan Partai Komunis Cina jika memiliki akses ke jaringan komunikasi vital Kanada?" kata Fadden.

Baik Huawei maupun duta besar Cina tidak menanggapi permintaan komentar. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina Hua Chunying menyebut pernyataan Fadden sebagai sesuatu 'yang tidak masuk akal'.

Sebanyak 143 pakar dan mantan duta besar Cina dari seluruh dunia mengirimkan surat terbuka kepada Presiden Cina Xi Jinping. Dalam surat tersebut mereka meminta Xi untuk membebaskan Michael Kovrig dan Michael Spavor, dua warga negara Kanada yang ditahan Cina untuk segera dibebaskan.

"Kami yang memiliki antusiasme yang sama dengan Kovrig dan Spavor dalam membangun hubungan yang tulus, produktif dan langgeng kini harus berhati-hati mengunjungi dan bekerja di Cina dan melibatkan rekan Cina kami," kata para ahli dan mantan duta besar tersebut dalam surat mereka seperti dilansir dari Time.

Duta besar Kanada untuk Cina John McCallum mengatakan prioritas utamanya saat ini adalah membebaskan Kovrig dan Spavor. Selain itu, ia juga berusaha membatalkan hukuman mati yang dijatuhkan pengadilan Cina kepada warga negara Kanada Robert Lloyd Schellenberg.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA