Friday, 13 Rabiul Awwal 1442 / 30 October 2020

Friday, 13 Rabiul Awwal 1442 / 30 October 2020

Jerman dan Prancis Sepakati Perjanjian Persahabatan

Selasa 22 Jan 2019 22:07 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Nur Aini

Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Prancis Emmanuel Macron menandatangani perjanjian persahabatan.

Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Prancis Emmanuel Macron menandatangani perjanjian persahabatan.

Foto: AP Photo/Martin Meissner
Perjanjian ditandatangani di Kota Tua Aachen.

REPUBLIKA.CO.ID, AACHEN -- Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Prancis Emmanuel Macron bertemu di Aachen, Jerman. Pada Selasa (22/1) mereka menandatangani perjanjian persahabatan yang mengulang pakta bersejarah Perjanjian Elysee pada 1963.

"Untuk mencapai tahapan baru dan bersiap menghadapi tantang yang dihadapi Eropa dan kedua negara di abad ke-21," isi perjanjian baru Jerman-Prancis tersebut. 

Perjanjian baru ini dilakukan di kota tua Aachen tepat 56 tahun sebelumnya Perjanjian Elysee dilakukan. Perjanjian Elysee itu menjadi momen kunci hubungan Prancis-Jerman.

Merkel dan Macron ingin meningkatkan kerja sama lintas batas diperbatasan kedua negara yang sepanjang 450 kilometer. Tapi, mereka ingin mengkoordinasikan upaya permasalahan internasional lainnya seperti pemanasan global dan terorisme.

Hubungan Jerman dan Prancis seringkali disebut sebagai mesin utama Uni Eropa. Meski hal itu sering kali membuat jengkel anggota Uni Eropa lainnya karena merasa dikepentingan mereka dikesampingkan oleh hubungan Jerman-Prancis.

Uni Eropa tengah berjuang untuk menghadapi nasionalisme yang kian menguat akhir-akhir ini. Sebelum Perjanjian Elysee ditandatangani Jerman dan Prancis dua negara yang bermusuhan.

Lokasi ditandatanganinya Perjanjian Aachen itu sangat bersejarah. Kota perbatasan antara Jerman dengan Belanda dan Belgia ini dibangun oleh Kerajaan Romawi. Membuat kota tersebut menjadi salah satu saksi persatuan negara-negara Eropa.

Pada Zaman Pertengahan kota Aachen menjadi kediamaan favorit Charlemagne atau Karel yang Agung, penguasa Dinasti Frank yang kekuasaannya meliputi Prancis, Jerman, Italia, Swiss dan Austria. Ratusan tahun berikutnya negara-negara di bawah kekuasaan Dinasti Frank bersatu dalam Uni Eropa. 

Kota Aachen juga berkali-kali dijajah Prancis. Orang Prancis menyebut Aachen sebagai Aix-la-Chapelle.

Perjanjian Elysee ditandatangani 18 tahun usai Perang Dunia II berakhir. Perjanjian tersebut dilakukan oleh Presiden Prancis Charles de Gaulle dan Kanselir Jerman Konrad Adenauer. Para pakar menilai perjanjian inilah yang menjadi mesin utama kerja sama integrasi Eropa yang tidak berjalan dengan mulus.   

sumber : AP
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

 

BERITA LAINNYA