Sunday, 20 Rabiul Awwal 1441 / 17 November 2019

Sunday, 20 Rabiul Awwal 1441 / 17 November 2019

Macron: Solusi Perdamaian Israel-Palestina Terancam

Kamis 24 Jan 2019 08:03 WIB

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Teguh Firmansyah

Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Foto: AP Photo/Thibault Camus
Pendudukan Israel yang terus meningkat mendorong terjadinya kekerasan.

REPUBLIKA.CO.ID, PARIS -- Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan, solusi perdamaian antara Israel dan Palestina kemungkinan berada dalam bahaya karena pendudukan Israel terus meningkat. Menurut Macron, kondisi itu ibarat memberi 'makan' pada kekerasan.

"Dengan peningkatan pendudukan yang bertahap oleh Israel, solusi antara Palestina dan Israel ini sedang terancam," kata dia dalam konferensi pers bersama Presiden Israel Reuven Rivlin di Paris, Prancis, dilansir dari Anadolu Agency, Kamis (24/1).

Macron mengaku sudah berdiskusi dengan Presiden Israel soal keamanan. Dalam diskusi itu, dia tidak memiliki perspektif yang sama dengan Israel mengenai kesepakatan nuklir Iran.

Namun, Macron menekankan bahwa keamanan Israel adalah salah satu topik penting dalam agenda Prancis karena berkaitan dengan kegiatan balistik yang dilancarkan Iran. Bahkan menurutnya dialog dengan Israel harus terus dilakukan.

"Dialog dengan Israel harus dipertahankan untuk mendapatkan kontrol lebih besar atas kegiatan balistik Iran," katanya.

Baca juga,  Netanyahu Ancam Gempur Hamas.

Macron juga menegaskan solusi untuk krisis Suriah yang sedang berlangsung itu harus ditemukan di bawah naungan Persatuan Bangsa-Bangsa.

Di sisi lain, Presiden Rivlin mengakui bahwa kegiatan balistik yang dilakukan Iran memang menimbulkan ancaman regional dan tentunya juga berpengaruh besar pada stabilitas Timur Tengah. "Kegiatan balistik Iran mengancam regional padahal stabilitas di Timur Tengah sangat penting bagi Israel," tutur dia.



BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA