Senin 28 Jan 2019 18:42 WIB

Jutaan Ikan Mati di Sungai Australia

Ganggang menghabiskan kandungan oksigen di air sungai.

Red: Nur Aini
Ribuan ikan mati (ilustrasi)
Foto: Republika/Yasin Habibi
Ribuan ikan mati (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, NEW SOUTH WALES -- Kawanan ikan gurame mengambang dan terengah-engah di tepi Sungai Darling di wilayah Menindee. Hal itu terjadi setelah kota di ujung barat New South Wales (NSW), Australia, ini mengalami kematian massal ikan lainnya.

Pemerintah NSW melakukan penyelidikan setelah ribuan ikan ditemukan mati pada Senin (28/1) pagi -kurang dari sebulan setelah sekitar satu juta ikan tewas di daerah yang sama. Petugas perikanan dari Departemen Industri Primer NSW (DPI) mulai mengonfirmasi jumlah ikan yang mati. Menurut DPI, sejumlah besar ikan bertulang besar dan sejumlah kecil spesies lain telah musnah.

Rekaman video pada Senin (28/1) pagi menunjukkan ikan yang kehabisan nafas tersengal-sengal di permukaan air. Menindee menarik perhatian dunia setelah peristiwa kematian massal ikan yang terakhir. Kejadian ini mengikuti kematian sejumlah ikan di akhir 2018.

Kedua peristiwa itu adalah hasil dari bertumbuhnya ganggang biru-kehijauan yang menghabiskan kandungan oksigen air, mencekik ikan. Mekarnya ganggang bisa memburuk selama perubahan suhu dan hujan.

Pada Ahad (27/1), suhu di Menindee turun 20 derajat Celcius dan wilayah itu diguyur curah hujan 2,1 milimeter. Dewan Kota Darling Pusat telah mengerahkan operator pembersihan yang juga bertugas melaporkan ikan tersebut.

Tak akan ada yang tersisa

Pemimpin Oposisi Australia, Bill Shorten, mengatakan kematian ikan yang terbaru ini membuktikan ada "bakat bencana" ekologis dalam sistem sungai yang paling penting di Australia.

"Ini bencana, bencana terus berlangsung," katanya.

Pejabat Pemerintah NSW mengatakan kekeringan di negara bagian ini adalah penyebab kematian ikan di awal bulan ini, tetapi penduduk lokal di Menindee mengklaim saluran air di daerah itu telah dikelola secara salah selama bertahun-tahun.

Presiden Asosiasi Pariwisata Menindee, Rob Greggory, mengatakan kejadian tersebut begitu "tragis".

"Apa yang kami lihat mungkin adalah kawanan ikan terakhir yang ada di sini sekarang ini," katanya.

"Tak akan ada yang tersisa."

Greggory mengatakan, begitu mengecewakan bhwa Perdana Menteri atau Menteri Lingkungan Federal belum mengunjungi daerah itu.

"Akan lebih baik bagi mereka untuk melihatnya dengan mata kepala sendiri, daripada melihat melalui lensa kamera," katanya.

Menteri Utama NSW, Gladys Berejiklian, menghadapi kritik karena kunjungan singkatnya ke Darling pada hari Jumat (25/1) tidak mencakup Menindee.

Ketika ditanya mengapa ia tak berhenti di lokasi itu, ia mengatakan kunjungannya dilakukan berdasar prioritas.

"Menindee memiliki populasi 300 jiwa dan mereka berada di level satu," katanya.

"Daerah lainnya ada di level lima dan enam."

"Saya turun ke lapangan dan berbicara kepada orang-orang dan berada dalam jarak beberapa kilometer dari masalah-masalah khusus ini." Berejiklian mengatakan keamanan air di ujung barat negara bagian ini telah menjadi prioritas bagi pemerintahannya.

Simak berita ini dalam bahasa Inggris di sini.

Ikuti berita-berita lain di situs ABC Indonesia.

sumber : http://www.abc.net.au/indonesian/2019-01-28/akibat-ganggang-ribuan-ikan-ditemukan-mati-dan-mengambang-di-s/10756768
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement