Friday, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 December 2019

Friday, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 December 2019

Australia: Tidak akan Ada Lagi Imigran Anak Ditahan di Nauru

Ahad 03 Feb 2019 13:59 WIB

Red: Nur Aini

Jenis perahu yang biasa digunakan para pencar suaka dan imigran gelap ke Australia

Jenis perahu yang biasa digunakan para pencar suaka dan imigran gelap ke Australia

Foto: ABC News
Australia menaham para imigran yang tertangkap di Pulau Nauru di Pasifik.

REPUBLIKA.CO.ID, CANBERRA -- Pemerintah Australia pada Ahad (3/2) mengumumkan bahwa dalam waktu dekat tidak akan ada lagi anak-anak yang ditahan di kamp penahanan imigran negara itu di Pulau Nauru di Pasifik.

Perdana Menteri Scott Morrison mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa empat pencari suaka cilik terakhir di beberapa kamp yang dioperasikan Australia di Nauru tengah dalam proses klaim untuk dimukimkan ulang di Amerika Serikat (AS).

"Setiap pencari suaka cilik kini harus dipindahkan dari Nauru atau diproses klaimnya dan dibebaskan untuk keluar dari pulau itu," kata Morrison, dalam pernyataan bersama dengan Menteri Imigrasi David Coleman.

Di bawah kebijakan imgrasi garis keras Australia, para pencari suaka yang dicegat di laut saat mencoba mencapai negara itu akan dikirim ke kamp-kamp di Papua Nugini dan Nauru. Kebijakan itu menyebutkan bahwa para imigran tidak dapat dimukimkan ulang di Australia, bahkan jika mereka adalah pengungsi. Mereka akan ditahan sampai diterima oleh negara lain atau setuju kembali ke negaranya.

Australia berhenti menerbitkan data mengenai jumlah pengungsi yang ditahan di kamp-kamp itu. Media setempat dan para aktivis pengungsi memperkirakan jumlah yang ditahan saat ini mendekati 1.000 orang.

Kamp-kamp itu telah menuai kritik dari PBB dan organisasi-organisasi hak asasi manusia.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA