Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Mantan Menhan Israel Sebut Netanyahu akan Mundur

Senin 11 Feb 2019 01:27 WIB

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Israr Itah

Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu.

Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu.

Foto: Ronen Zvulun/Pool Photo via AP
Ini terjadi jika Netanyahu didakwa atas tuduhan korupsi sebelum pemilihan umum.

REPUBLIKA.CO.ID, YERUSALEM -- Mantan Menteri Pertahanan israel Avigdor Lieberman tidak menampik Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu akan mundur dari politik. Namun ini terjadi jika Netanyahu didakwa atas tuduhan korupsi sebelum pemilihan umum pada April mendatang.

"Walaupun adil karena putusan (hakim) itu akan disampaikan pada saat sebelum pemilihan, tetapi peluangnya (bagi Netanyahu) untuk membentuk pemerintahan itu nol," demikian laporan Harian Israel Yedioth Aharonoth mengutip Lieberman, dilansir Anadolu Agency, Ahad (10/2).

Lieberman juga mengaku tidak menampik adanya kemungkinan Netanyahu pada akhirnya akan pergi dengan kesepakatan pembelaan yang serupa dengan apa yang dialami oleh mantan Presiden Israel Ezer Weizman. "Saya tidak mengesampingkan kemungkinan Netanyahu akan melakukan kesepakatan pembelaan sebelum pemilihan," katanya.

Netanyahu saat ini sedang diselidiki dalam tiga kasus korupsi terpisah, dan ia telah berulang kali membantah melakukan kesalahan. Kasus pertama melibatkan produser Hollywood Israel Arnon Milchan, yang diduga diminta untuk membeli barang-barang mewah untuk Netanyahu dan istrinya.

Kasus kedua berkaitan dugaan kesepakatan untuk liputan media yang menguntungkan dengan Arnon Mozes, penerbit harian berbahasa Ibrani Yedioth Ahronoth. Dalam kasus ketiga, Netanyahu dituduh memberikan bantuan kepada Perusahaan Bezeq Telecom Israel dengan imbalan liputan yang menguntungkan di situs web perusahaan.

Bulan lalu, Jaksa Agung Israel Avichai Mandelblit mengatakan bahwa ia akan memutuskan apakah akan mendakwa Netanyahu atas beberapa tuduhan korupsi sebelum pemilihan Knesset yang dijadwalkan pada 9 April tahun ini.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA