Friday, 21 Muharram 1441 / 20 September 2019

Friday, 21 Muharram 1441 / 20 September 2019

Pendukung Trump Serang Juru Kamera BBC

Rabu 13 Feb 2019 16:19 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Teguh Firmansyah

Donald Trump

Donald Trump

Foto: AP Photo
Donald Trump mengecam segala bentuk penyerangan ke media.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Presiden Amerika Serikat mengecam penyerangan terhadap media menusul insiden penyerangan terhada juru kamera BBC saat rapat umum pendukung Trump di Texas.

Meskipun Gedung Putih tidak merujuk spesifik insiden di Texas, Gedung Putih menyampaikan, "Presiden mengutuk semua tindakan kekerasan terhadap individu atau kelompok orang, termasuk anggota pers," kata Trump dalam pernyataan Gedung Putih, dikutip dari BBC, Rabu (13/2).

Wartawan BBC, Ron Skeans didorong dan mendapat perlakuan kurang menyenangkan oleh pria bertopi 'Make America Great Again' di El Paso. BBC kemudian meminta Gedung Putih meninjau kembali keamanan media yang menghadiri konferensi Presiden Trump.

Dalam sebuah surat, BBC mengatakan area pers tidak diawasi. Tidak ada petugas keamanan yang mencoba campur tangan selama insiden tersebut. "Kami meminta siapa pun yang menghadiri sebuah acara untuk datang dengan damai dan penuh hormat," ujar juru bicara Gedung Putih, Sarah Sanders.

Baca juga, Trump Desak Ilhan Omar, Muslimah Pertama di Kongres Mundur.

Sebelumnya Trump menganggap media adalah musuh rakyat. Tidak hanya sekali dua kali dia berseteru dengan awak media di Gedung Putih. Namun, usai insiden pada Senin lalu itu, tim kampanye Trump mengucapkan terima kasih kepada penegak hukum karena mengusir pria yang menyerang wartawan. Hingga kini tidak diketahui siapa penyerang tersebut.

"Seorang individu terlibat dalam pertengkaran fisik dengan juru kamera berita dan dikeluarkan dari kampanye tadi malam. Kami menghargai tindakan cepat petugas keamanan dan penegak hukum di lokasi acara," kata Kepala operasi untuk Trump for President Inc, Michael Glassneer.

Menurut juru kamera BBC, Pria yang menyerangnya tampak mabuk. Skeans mengatakan, bahwa pria itu hampir menjatuhkan dirinya dan kameranya dua kali.

Presiden Trump yang melihat serangan itu, memeriksa mereka baik-baik saja dengan acungan jempol dan melanjutkan pidatonya setelah Skeans membalas isyarat Trump. Dalam pidatonya di Texas, Presiden mengampanyaken soal tembok perbatasan ke El Paso, di perbatasan AS dengan Meksiko.

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA