Saturday, 23 Zulhijjah 1440 / 24 August 2019

Saturday, 23 Zulhijjah 1440 / 24 August 2019

Rouhani Salahkan AS-Israel Atas Serangan ke Garda Revolusi

Kamis 14 Feb 2019 18:15 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Ani Nursalikah

Presiden Iran Hassan Rouhani

Presiden Iran Hassan Rouhani

Foto: Iranian Presidency Office via AP
Kelompok the Army of Justice menuntut hak lebih baik bagi minoritas Baluchis.

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Presiden Iran Hassan Rouhani menyalahkan Amerika Serikat dan sekutunya Israel atas serangan bom bunuh diri yang menewaskan 27 pasukan Garda Revolusi. Kelompok pemberontak Sunni the Army of Justice atau Jaish al Adl sudah mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.

"Kejahatan itu akan tetap menjadi 'noda kotor' di catatan hitam para pendukung terorisme di Gedung Putih, Tel Aviv dan agen regional mereka," kata Rouhani di stasiun televisi nasional Iran, Kamis (14/2).

Kelompok the Army of Justice mengatakan mereka menuntut hak yang sama dan kondisi kehidupan yang lebih baik bagi minoritas Baluchis. Serangan tersebut memang terjadi Sistan-Balachusitan wilayah yang bergejolak karena gerakan separatis.

Selain Israel, Rouhani tidak menyebutkan siapa yang ia maksud agen di kawasan yang diyakini pantas untuk disalahkan atas serangan ini. Iran yang mayoritas penduduknya Muslim Syiah tidak mengakui Israel yang mana sekutu terpenting AS di Timur Tengah.

Di masa lalu Teheran menuduh Arab Saudi yang mendukung kelompok milisi Sunni di Iran. Tapi Arab Saudi dengan tegas membantah tuduhan tersebut.

Mengulangi apa yang sudah diucapkan komandan Garda Revolusi, Rouhani mengatakan Iran akan membawa keadilan kepada mereka yang bertanggung jawab atas serangan terburuk terhadap Garda Revolusi ini. Selain menewaskan 27 orang serangan ini juga melukai 13 orang lainnya.

Kelompok the Army of Justice sudah sering melakukan serangan kepada pejaga perbatasan dengan Pakistan sejak mereka terbentuk pada tahun 2012 lalu. Iran sudah meminta negara tetangga mereka itu untuk menghancurkan kelompok separatis tersebut.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA