Minggu, 24 Zulhijjah 1440 / 25 Agustus 2019

Minggu, 24 Zulhijjah 1440 / 25 Agustus 2019

Iran Berjanji Balas Kematian Puluhan Garda Revolusi

Kamis 14 Feb 2019 22:48 WIB

Red: Nashih Nashrullah

Pasukan Garda Revolusi Iran

Pasukan Garda Revolusi Iran

Foto: AP
Serangan ini memperkuat tekad Iran untuk perang melawan terorisme.

REPUBLIKA.CO.ID,  TEHERAN— Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran menyampaikan penyesalan mengenai serangan Rabu (13/2) di Sistan-Baluchestan, yang menewaskan dan melukai puluhan personel keamanan. Pemerintah berjanji akan membalas tumpahnya darah mereka yang gugur.

Juru bicara tersebut, Bahram Qasemi, menyatakan solidaritas buat keluarga korban dan mengutuk serangan tidak manusiawi itu. 

Ia mengatakan kelompok teror yang melancarkan serangan tak manusiawi tersebut akan memperkuat Pemerintah Iran dan rakyat untuk terus memerangi terorisme.

Markas Quds, Departemen Hubungan Masyarakat Pasukan Darat Garda Revolusi Iran (IRGC), di dalam satu pernyataan pada Rabu (13/2) malam mengumumkan serangan bunuh diri terhadap satu bus yang membawa personel IRGC di Jalan Khash-Zahedan. Serangan itu menewaskan dan melukai sejumlah dari mereka.

Sumber tidak resmi menyebutkan jumlah korban jiwa berjumlah 41 akibat serangan tersebut, yang diakui oleh kelompok Jaish Al-Adl.  

Satu sumber yang mengetahui menyatakan satu bus yang membawa sejumlah personel Korps Garda Revolusi Republik Islam (IRGC) diledakkan oleh seorang pembom bunuh diri di Daerah Chanali, Jalan Khash-Zahedan.

Ia mengatakan kepada Kantor Berita Iran, IRNA, beberapa menit sebelumnya aksi teror telah dilancarkan. 

Belakangan kelompok Jaish Al-Adl mengaku bertanggung-jawab atas serangan bom bunuh diri pada 13 Februari tersebut.

Pemboman bunuh diri itu terjadi beberapa hari setelah Iran memperingati 40 tahun Revolusi Islam 1979.

IRGC menuduh "kelompok takfiri dan tentara bayaran yang mengabdi buat lembaga intelijen negara congkak di dunia" sebagai pelaku serangan tersebut.

Iran, yang mayoritas warganya penganut Syiah, menggunakan istilah "takfiri" untuk menggambarkan kelompok yang melawan negara.

Teheran pada masa lau telah menuduh Arab Saudi mendanai Jaish Al-Adl (Tentara Keadilan), tapi Kerajaan Teluk itu telah membantah tuduhan Iran.

 

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA