Tuesday, 18 Muharram 1441 / 17 September 2019

Tuesday, 18 Muharram 1441 / 17 September 2019

Utusan Oposisi Venezuela Temui Trump

Rabu 27 Feb 2019 03:40 WIB

Rep: Afrizal Rosikhul Ilmi/ Red: Friska Yolanda

Warga Venezuela memasuki Kolombia dengan menyeberangi jembatan internasional Simon Bolivar dari San Antonio del Tachira, Venezuela, Kamis (21/2). Rakyat Venezuela mengalami kelangkaan makanan dan obat-obatan.

Warga Venezuela memasuki Kolombia dengan menyeberangi jembatan internasional Simon Bolivar dari San Antonio del Tachira, Venezuela, Kamis (21/2). Rakyat Venezuela mengalami kelangkaan makanan dan obat-obatan.

Foto: AP Photo/Rodrigo Abd
Vecchio meminta presiden AS meningkatkan tekanan kepada Maduro.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Utusan pihak oposisi Venezuela untuk Amerika Serikat (AS), Carlos Vecchio mengatakan dirinya telah bertemu dengan Presiden AS Donald Trump baru-baru ini dan memintanya untuk meningkatkan tekanan pada Presiden sosialis Venezuela, Nicolas Maduro. 

Vecchio berkicau melalui akun twitternya, mengatakan bahwa ia bertemu dengan Trump ketika presiden AS itu berpidato di Florida. Trump, pada pidatonya Senin (18/2) memperingatkan memperingatkan anggota militer Venezuela yang tetap loyal kepada Maduro bahwa mereka telah mempertaruhkan masa depan dan kehidupan mereka dan mendesak mereka untuk mengizinkan bantuan kemanusiaan ke negara itu.

Baca Juga

Amerika Serikat adalah salah satu negara pertama yang mengakui pemimpin oposisi Juan Guaido sebagai pemimpin sah Venezuela setelah ia bersumpah sebagai presiden bulan lalu, dengan alasan pemilihan kembali Maduro pada Mei 2018 adalah bohong.

Pernyataan dari utusan oposisi itu datang sehari setelah AS menargetkan pemerintah Venezuela dengan sanksi baru dan meminta sekutu untuk membekukan aset perusahaan minyak milik negara PDVSA setelah kekerasan mematikan memblokir bantuan kemanusiaan dari negara itu pada akhir pekan.

Sementara itu, Maduro membantah negaranya yang kaya minyak membutuhkan bantuan kemanusiaan dan menuduh Guaido sebagai boneka kudeta bagi Trump.

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA