Monday, 22 Safar 1441 / 21 October 2019

Monday, 22 Safar 1441 / 21 October 2019

Netanyahu akan Segera Didakwa atas Tiga Kasus Korupsi

Jumat 01 Mar 2019 03:52 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Bayu Hermawan

Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu.

Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu.

Foto: Ronen Zvulun/Pool Photo via AP
Netanyahu diberikan kesempatan untuk beri bantahan atas dakwaan ini dalam persidangan

REPUBLIKA.CO.ID, YERUSALEM -- Kementerian Kehakiman Israel mengkonfirmasi kabar bahwa jaksa agung Israel berencana untuk mendakwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Netanyahu akan didakwa atas tiga kasus korupsi berbeda.

Seperti dilansir Reuters, Netanyahu akan diberikan kesempatan untuk memberi bantahan atas dakwaan ini dalam persidangan. Akan tetapi pihak Kementerian Kehakiman Israel belum mengungkapkan jadwal persidangan tersebut. Ketiga kasus korupsi yang dimaksud berkaitan dengan kasus suap, penipuan dan penyalahgunaan wewenang. Sejauh ini, Netanyahu telah menyangkal semua tuduhan ini.

Sebelumnya, Jaksa Agung Israel Avichai Mandelblit mengungkapkan rencananya untuk menjatuhkan dakwaan terhadap Netanyahu. Pernyataan ini merupakan puncak dari investigasi yang dilakukan terhadap Netanyahu selama dua tahun terakhir.

Pernyataan mengenai rencana dakwaan korupsi terhadap Netanyahu ini keluar mendahului Pemilu Israel yang akan digelar pada 9 April mendatang. Dalam pemilu tersebut, Netanyahu akan berhadapan dengan lawan yang cukup berat yaitu Benny Gantz. Partai sayap kanan yang mengusung Netanyahu yaitu Partai Likud menilai tuduhan terhadap Netanyahu ini sebagai persekusi politik. Alasannya, pengumuman ini diungkapkan tepat sebulan sebelum Pemilu diselenggarakan.

"Tanpa memberikan Perdana Menteri kesempatan untuk membantah tuduhan-tuduhan keliru ini, (pengumuman Mandelblit) merupakan intervensi yang terang-terangan dan belum pernah terjadi di dalam Pemilu," ungkap Partai Likud dalam pernyataan resmi seperti dilansir SBS.

Netanyahu telah menjabat sebagai perdana menteri Israel sekitar 13 tahun. Bila Netanyahu kembali memenangkan Pemilu pada 9 April mendatang, ia akan melampaui rekor David Ben Gurion yang menjabat sebagai perdana menteri Israel terlama.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA