Selasa, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Selasa, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Ini Alasan AS Mengapa tak Bersepakat dengan Korut

Jumat 01 Mar 2019 14:29 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korut, Kim Jong-un bertemu di Vietnam, 27 Februari 2019

Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korut, Kim Jong-un bertemu di Vietnam, 27 Februari 2019

Foto: AP
AS risau untuk kembali melakukan perundingan dengan Korut.

REPUBLIKA.CO.ID, MANILA -- Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo pada Jumat (3/1) mengatakan, Korea Utara meminta pencabutan sanksi sepenuhnya dalam pertemuan puncak di Hanoi.

Baca Juga

Namun Korut, tidak bisa menjelaskan dengan gamblang apa yang dilakukan sebagai persiapan untuk membongkar fasilitas nuklir Yongbyon.

"Mereka sangat meluap-luap untuk mematuhi apa yang mereka sebut sebagai persiapan melakukan sesuatu di Yongbyon tetapi belum terlalu jelas persiapan yang ditawarkan," kata Pompeo dalam jumpa pers ketika singgah sesaat di Manila.

Pompeo menjelaskan, Amerika Serikat, risau untuk kembali ke meja buat melanjutkan perundingan. Menurut Pompeo,  Korea Utara pada dasarnya meminta pencabutan sanksi.

Pertemuan puncak yang kedua antara Presiden AS Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dinilai gagal pada Kamis mengenai masalah sanksi.  Kedua pihak memberikan laporan bertentangan mengenai apa yang terjadi.

Trump mengatakan, Kim meminta pencabutan sanksi secara keseluruhan. Namun Menteri Luar Negeri Korut Ri Yong-ho kemudian mengatakan, Korut hanya mengajukan sebagian pencabutan sanksi.


sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA