Jumat, 4 Rajab 1441 / 28 Februari 2020

Jumat, 4 Rajab 1441 / 28 Februari 2020

34 Perempuan dan Anak Rohingya Terdampar di Pantai Malaysia

Sabtu 02 Mar 2019 03:15 WIB

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Andi Nur Aminah

Sejumlah warga Rohingya menunggu di truk Polisi Myanmar untuk dibawa kembali menuju penampungan sementara yang didirika pemerintah di Desa ManSi dekat Sittwe, Negara Bagian Rakhinne, Myanmar, Rabu (21/11).

Sejumlah warga Rohingya menunggu di truk Polisi Myanmar untuk dibawa kembali menuju penampungan sementara yang didirika pemerintah di Desa ManSi dekat Sittwe, Negara Bagian Rakhinne, Myanmar, Rabu (21/11).

Foto: Nyunt Win/EPA EFE
Mereka diduga diturunkan oleh pedagang manusia.

REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR -- Sekitar 34 perempuan dan anak-anak Muslim etnis Rohingya ditemukan di sepanjang pantai di utara wilayah Malaysia Jumat (1/3) pagi. Mereka diduga diturunkan oleh pedagang manusia.

Pejabat polisi di Kangar yang ada di utara negara bagian Perlis mengatakan, penduduk desa menemukan 34 orang etnis Rohingya. "Mereka termasuk anak-anak yang lemah, lapar, dan tertutup lumpur ketika berjalan melalui pantai yang berlumpur," kata polisi tersebut seperti dikutip dari laman Al Arabiya, Sabtu (2/3).

Pejabat yang enggan disebutkan namanya itu menambahkan, mereka diyakini dari Thailand. Ia melanjutkan, mereka telah diberikan makanan dan kemudian diserahkan pada pihak imigrasi.

Pejabat di Dewan Keamanan Nasional Nur Aziah Mohamad Shariff mengatakan, mereka mengetahui pintu masuk ilegal dan kemungkinan itu sedang diselidiki. Zafar Ahmad Ghani yang mengepalai Organisasi Hak Asasi Manusia Etnis Rohingya di Malaysia mengatakan, banyak masyarakat Rohingya ditipu oleh para pedagang manusia untuk meninggalkan Bangladesh. Mereka kemungkinan mengalami kematian jika dipulangkan ke Myanmar.

Foto dan video yang diperoleh anggota kelompok menunjukkan tali panjang diletakkan di pantai yang berlumpur. Tujuannya membantu masyarakat Rohingya melewati lumpur saat air surut.

Sebelumnya lebih dari 700 ribu etnis Rohingya telah melarikan diri dari Myanmar ke Bangladesh sejak Agustus 2017, ketika sekelompok gerilyawan menyerang pasukan keamanan. Peristiwa ini kemudian memicu pembalasan yang dilakukan oleh tentara Myanmar. Ratusan ribu etnis Rohingya yang sebelumnya lolos dari serangan kekerasan dan penganiayaan kemudian melakukan eksodus. 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA