Rabu, 24 Safar 1441 / 23 Oktober 2019

Rabu, 24 Safar 1441 / 23 Oktober 2019

AS Sanksi Pejabat Venezuela

Sabtu 02 Mar 2019 15:51 WIB

Rep: Rossi Handayani/ Red: Budi Raharjo

Warga Venezuela memasuki Kolombia dengan menyeberangi jembatan internasional Simon Bolivar dari San Antonio del Tachira, Venezuela, Kamis (21/2). Rakyat Venezuela mengalami kelangkaan makanan dan obat-obatan.

Warga Venezuela memasuki Kolombia dengan menyeberangi jembatan internasional Simon Bolivar dari San Antonio del Tachira, Venezuela, Kamis (21/2). Rakyat Venezuela mengalami kelangkaan makanan dan obat-obatan.

Foto: AP Photo/Rodrigo Abd
AS sudah memiliki larangan bepergian terhadap pejabat tinggi Venezuela lainnya.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Pemerintahan Amerika Serikat memberlakukan sanksi pada Jumat (1/3), terhadap enam anggota tingkat tinggi pasukan keamanan Venezuela, mencabut visa pejabat lainnya, dan kerabatnya. Ini dilakukan dalam upaya terbaru untuk menekan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro agar meninggalkan kantor kepresidenan.
 
Perwakilan khusus untuk Venezuela, Elliott Abrams mengatakan, pencabutan visa pada puluhan orang dimaksudkan untuk menghukum orang-orang di tengah krisis ekonomi. Sanksi itu sebagai tanggapan terhadap pemblokiran konvoi bantuan kemanusiaan pekan lalu.

"Pendukung Maduro yang menyalahgunakan atau melanggar hak asasi manusia, mencuri dari rakyat Venezuela atau merusak demokrasi Venezuela tidak diterima di Amerika Serikat," kata Abrams.

"Anggota keluarga mereka juga tidak menikmati gaya hidup istimewa dengan mengorbankan kebebasan dan kemakmuran jutaan rakyat Venezuela," lanjut Abrams.

Langkah-langkah tersebut merupakan yang terbaru dilakukan untuk meningkatkan tekanan internasional terhadap Maduro. Mereka meminta Maduro mengundurkan diri, dan menyerahkan kekuasaan kepada pemimpin oposisi Juan Guaido, yang telah diakui oleh AS dan 50 negara. Sebelumnya Maduro dalam pemilihan ulang dianggap tidak sah, karena adanya kecurangan.

Departemen Luar Negeri mengatakan AS telah mencabut visa 49 orang, membuat mereka dapat dideportasi jika berada di negara tersebut. AS sudah memiliki larangan bepergian terhadap pejabat tinggi Venezuela lainnya yang terhubung dengan Maduro, yang dituduh melakukan pelanggaran HAM atau korupsi.

Di samping itu, Departemen Keuangan memberlakukan sanksi keuangan terhadap enam pejabat dari National Gard, dan polisi yang bersekutu dengan Maduro. Para pejabat ini memainkan peran dalam menutup perbatasan Venezuela, untuk mencegah masuknya bantuan dari negara-negara yang menentang pemerintahan Maduro.

Sebelumnya pasukan Maduro menembakkan gas air mata, dan menembak para aktivis yang berusaha memberikan bantuan kemanusiaan dalam bentrokan kekerasan pada 23 Februari. Peristiwa ini menewaskan dua orang, dan sekitar 300 lainnya terluka.

"Langkah yang diambil menargetkan enam pejabat keamanan, yang mengendalikan banyak kelompok yang mencegah masuknya bantuan kemanusiaan ke Venezuela, sehingga memperburuk krisis kemanusiaan," sebut Departemen Keuangan dalam sebuah pernyataan.

Sanksi tersebut memblokir aset apa pun yang mereka miliki di yurisdiksi AS, dan melarang orang Amerika melakukan transaksi keuangan dengannya.


BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA