Selasa, 16 Safar 1441 / 15 Oktober 2019

Selasa, 16 Safar 1441 / 15 Oktober 2019

Media: Cina Tangguhkan Pesawat Boeing 737 Max

Senin 11 Mar 2019 09:18 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Teguh Firmansyah

Pesawat Ethiopian Airlines.

Pesawat Ethiopian Airlines.

Foto: AP
Maskapai domestik Cina mengoperasikan 60 pesawat Boeing 737 Max-8.

REPUBLIKA.CO.ID, SHANGHAI -- Regulator penerbangan Cina memerintahkan maskapai penerbangan domestik untuk tidak menggunakan pesawat Boeing 737 Max. Ini menyusul kecelakaan yang dialami oleh maskapai Ethiopian Airlines.

Media Cina, Caijing melaporkan, maskapai domestik yang mengoperasikan sekitar 60 pesawat Boeing 737 Max-8 telah menerima pesan dari Administrasi Penerbangan Sipil Cina (CAAC), dan menghentikan penggunaannya pada Ahad (10/3) lalu.

Caijing juga melaporkan, penerbangan yang dijadwalkan menggunakan Boeing 737 Max-8 akan diganti dengan menggunakan model 737-800. Sementara itu, China Business News juga melaporkan tentang penangguhan 737 Max-8, dan pihak regulator telah mengeluarkan peringatan secara lisan.

Menurut situs pelacakan penerbangan FlightRadar24, tidak ada pesawat Boeing 737 Max-8 yang terbang di atas Cina pada Senin (11/3). Sebagian besar armada 737 Max dari Air China yang terdiri dari 15 pesawat telah mendarat pada Ahad malam. Sementara dua pesawat lainnya mendarat pada Senin pagi dari tujuan internasional.

Data FlightRadar24 menunjukkan, empat pesawat 737 Max-8 milik China Eastern mendarat pada Ahad malam, dan tidak ada jadwal penerbangan lebih lanjut hingga Selasa. Sedangkan, Cayman Airways telah mendaratkan dua pesawat 737 Max-8 barunya.

Fiji Airways mengatakan telah mengikuti proses induksi komprehensif untuk pesawat baru Boeing 737 Max-8. Mereka memiliki kepercayaan penuh pada kelaikan udara dari armada pesawat tersebut.

"Kami terus memastikan bahwa program pemeliharan dan pelatihjan untuk pilot dan teknisi telah memenuhi standar, dan keselamatan tinggi," ujar Fiji Airways dalam pernyataannya.

Baca Juga

photo

Ethiopian Airlines Jatuh. Puing-puing yang diduga berasal dari pesawat Ethiopian Airlines yang jatuh ditemukan di Hejere, 50 km dari Addis Ababa, Kenya (10/3).

Boeing 737 Max-8 yang dioperasikan oleh Ethiopian Airlines jatuh beberapa menit setelah lepas landas dari Addis Ababa dan menewaskan 149 penumpang serta 8 awak. Kejadian serupa juga dialami oleh Lion Air yang jatuh di perairan Tanjung Karawang, pada 29 Oktober 2018 lalu, serta menewaskan 189 penumpang dan awak. 


BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA