Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

AS Tetap Izinkan Boeing 737 MAX 8 Beroperasi

Rabu 13 Mar 2019 11:43 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Ani Nursalikah

Maskapai Air Canada menggunakan pesawat jenis Boeing 737 MAX 8. Pesawat bersiap mendarat di Vancouver International Airport, Richmond, Bristish Colombia, Selasa (12/3).

Maskapai Air Canada menggunakan pesawat jenis Boeing 737 MAX 8. Pesawat bersiap mendarat di Vancouver International Airport, Richmond, Bristish Colombia, Selasa (12/3).

Foto: Darryl Dyck/The Canadian Press via AP
Boeing berencana memperbarui perangkat lunaknya beberapa pekan mendatang.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Regulator penerbangan Amerika Serikat (AS) tidak akan melarang operasional Boeing 737 MAX 8 pascakecelakan di Etiopia yang menewaskan 157 penumpang dan awak. Pejabat Administrasi Penerbangan Federal (FAA) Dan Elwell mengatakan, berdasarkan hasil peninjauan tidak ada masalah pada kinerja sistemis pesawat tersebut.

"Tidak ada masalah kinerja sistemis, sehingga tidak memberikan dasar untuk melarang operasional pesawat," ujar Elwell, Rabu (13/3).

Elwell menambahkan, tidak ada otoritas penerbangan sipil asing yang memberikan laporan dan menuntut tindakan. Menurut dia, apabila ada masalah keamanan yang diidentifikasi selama peninjauan darurat berlangsung atas kecelakaan Ethiopian Airlines, maka FAA akan segera mengambil tindakan.

Presiden AS Donald Trump telah berbicara dengan Kepala Eksekutif Boeing Dennis Muilenburg pada Selasa (12/3) lalu. Dalam pembicaraan tersebut, Muilenburg menjamin Boeing 737 MAX 8 aman. Boeing berencana memperbarui perangkat lunaknya dalam beberapa pekan mendatang.

Regulator keselamatan penerbangan Uni Eropa melarang semua maskapai penerbangan yang menggunakan Boeing 737 MAX 8. Inggris, Jerman, Prancis, serta India melarang maskapai penerbangan mereka mengoperasikan Boeing 737 MAX 8. Tindakan ini dinilai akan memberikan tekanan bagi AS.

Baca Juga

photo

Badan Keamanan Penerbangan Uni Eropa (EASA) telah melarang semua penerbangan Boeing 737 MAX 8 dan Boeing 737 MAX 9. EASA menilai, setelah terjadi dua kecelakaan fatal mereka menganggap perlu ada tindakan lanjut untuk memastikan kelaikan pesawat tersebut.

Sejumlah negara seperti Jepang, Cina, Indonesia, Singapura, Selandia Baru, Australia, Malaysia, dan Fiji telah melarang maskapai penerbangan mereka untuk mengoperasikan Boeing 737 MAX 8. Sementara itu, Menteri Transportasi Kanada Marc Garneau mengatakan, tidak memiliki rencana melarang operasional Boeing 737 MAX 8 hingga ada informasi lebih lanjut.

Tiga maskapai penerbangan AS yang menggunakan Boeing 737 MAX 8, yakni Southwest Airlines, American Airlines, dan United Airlines banyak menerima kekhawatiran dari penumpang. Serikat Pilot United Airlines menyatakan, mereka tidak menemukan kekurangan mekanik atau kesalahan teknis pada Boeing 737 MAX 8 meskipun sudah terbang selama lebih dari 23 ribu jam. Di sisi lain, FAA telah merilis serangkaian perubahan desain dan prosedur pelatihan yang diamanatkan oleh Boeing setelah kecelakaan yang terjadi di Indonesia.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA