Saturday, 14 Rabiul Awwal 1442 / 31 October 2020

Saturday, 14 Rabiul Awwal 1442 / 31 October 2020

Selongsong Peluru di Lantai Masjid Christchurch

Ahad 17 Mar 2019 06:13 WIB

Rep: Riza Wahyu Pratama/ Red: Karta Raharja Ucu

 Perban berlumuran darah di jalan setelah penembakan yang mengakibatkan banyak kematian dan cedera di Masjid Al Noor di Deans Avenue di Christchurch, Selandia Baru, (15/3 2019).

Perban berlumuran darah di jalan setelah penembakan yang mengakibatkan banyak kematian dan cedera di Masjid Al Noor di Deans Avenue di Christchurch, Selandia Baru, (15/3 2019).

Foto: EPA-EFE/Martin Hunter
Selain selongsong peluru, saksi melihat puluhan jamaah Masjid Christchurch meninggal.

REPUBLIKA.CO.ID, Selongsong peluru memenuhi lantai Masjid Al Noor, Christchurch, Selandia Baru, saat seorang saksi memasuki masjid usai pelaku melarikan diri. "Saya melihat di lantai masjid terdapat banyak selongsong peluru. Saya melihat seorang laki-laki berusaha melarikan diri dan kemudian ia tewas tertembak," kata seorang saksi ketika diwawancara televisi lokal, TVNZ, seperti dilansir dari Al Jazeera, Jumat (15/3).

Saksi lainnya, Len Peneha mengaku melihat pelaku masuk ke dalam masjid yang diikuti dengan suara tembakan dan sejumlah jamaah terlihat berlarian keluar masjid. "Pelaku penembakan melarikan diri sebelum tim gawat darurat datang," kata Peneha seperti dinukil dari Aljazeera, Jumat (15/3) waktu setempat.

Rumah Paneha persis di samping masjid. Saat kejadian berlangsung, ia datang ke masjid untuk menolong para korban. "Aku melihat korban meninggal di mana-mana," ujar Peneha.

Saat masuk ke dalam masjid, ia melihat satu jamaah masjid yang bersembunyi di bawah bangku. Bajunya sudah basah dengan darah. Saat itu menurutnya ada sekitar 50 orang di dalam masjid.

Sejumlah jamaah saat penembakan terjadi keluar dari masjid melalui jendela dan pintu. Namun mereka kemudian tertembak. Satu di antaranya berusia sekitar 16 tahun.

"Sekitar 10 sampai 15 orang terlihat berada di masjid. Sebagian masih hidup, sebagian sudah meninggal," katanya. Ia melihat sekitar 20 orang meninggal dunia. "Sungguh tak dapat dipercaya. Sebagian (korban) berteriak," kata dia.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA