Sunday, 23 Muharram 1441 / 22 September 2019

Sunday, 23 Muharram 1441 / 22 September 2019

Kubu Erdogan Unggul pada Pemilu Lokal di Turki

Senin 01 Apr 2019 03:31 WIB

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan saat meresmikan bandara baru di Turki, Senin (29/10).

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan saat meresmikan bandara baru di Turki, Senin (29/10).

Foto: AP Photo/Emrah Gurel
Partai pendukung Erdogan, AKP unggul 52,5 persen dari seluruh pemilih

REPUBLIKA.CO.ID, ISTANBUL -- Hasil sementara perhitungan suara pada pemilihan lokal di 81 provinsi di Turki, Ahad (31/3) menunjukkan partai Keadilan dan Pembangunan (AK) sedang unggul. Hasil ini menjadi angin segar bagi Presiden Recep Tayyip Erdogan di tengah masalah ekonomi.

Dikutip dari Al Jazeera, partai AK unggul dengan 52,5 persen suara dari jumlah pemilih sebanyak 75 persen yang sudah menyalurkan suaranya. Kemudian Aliansi Nasional yang merupakan koalisi dari partai oposisi (CHP) mendapat suara 37,2 persen.

Baca Juga

Terhitung 88 persen pemilih sudah menyalurkan suaranya di Istnmbul. Kandidat dari Aliansi Masyarakat yang merupakan parpol koalisi bentukan partai AK yaitu Binali Yildirim unggul 49,7 persen. Kemudian di Ankara, kandidat dari Aliansi Nasional yaitu Mansur Yavas mendapat 49,9 persen suara. Mansur unggul tipis dari pesaingnya Mehmet Ozhaseki dengan 47.8 persen suara. 

Salah satu warga Turki, Ayse Kara mengatakan ikut Pemilu demi menjaga stabilitas negara. Perempuan berusia 40 tahun itu berharap pilihannya mampu menyalurkan aspirasinya.

"Saya mempertimbangkan ekonomi dan teror sebagai isu utama saat memilih. Saya percaya semuanya akan lebih stabil seusai pemilu," katanya pada wartawan seperti dilansir dari Al-Jazeera, Senin (1/4).

Lain lagi tanggapan Ilke Beltinge. Pelajar perempuan berusia 25 tahun itu merasa tak setuju dengan kebijakan pemerintahan Turki saat ini. Sehingga, ia ingin adanya perbaikan kebijakan.

"Saya memilih demi meningkatkan kebebasan, ekonomi dan sistem pendidikan. Saya berharap hal-hal ini dapat berubah sehabis pemilu," ujarnya.

Diketahui, dua orang terbunuh di Provinsi Malatya sepanjang proses perhitungan suara berlangsung. Kemudian puluhan lainnya mengalami luka-luka di berbagai wilayah akibat kericuhan selama perhitungan suara.

Pemilu sendiri dipandang sebagai tantangan utama buat Erdogan dan partainya. Sebab tingkat pengangguran dan inflasi kian meningkat sebagai akibat krisis mata uang tahun lalu. Pemilu lokal kali ini bakal membuat pemilih untuk memilih wali kota, pemimpin kota kabupaten, anggota dewan kota, mukhtars (pejabat lingkungan), dan anggota dewan kehormatan. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA