Saturday, 17 Rabiul Akhir 1441 / 14 December 2019

Saturday, 17 Rabiul Akhir 1441 / 14 December 2019

Presiden Xi Jinping: Hanya Sosialisme Bisa Selamatkan Cina

Senin 01 Apr 2019 16:28 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Nur Aini

Xi Jinping

Xi Jinping

Foto: REUTERS/Lintao Zhang
Cina disebut menciptakan sosialisme dengan karakternya sendiri.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING – Presiden Cina Xi Jinping meyakini bahwa hanya sistem sosialisme yang dapat menyelamatkan. Hal itu diungkap dalam jurnal teori Sentral Komite Partai Komunis Cina (PKC), Qiushi (Mencari Kebenaran), yang diterbitkan pada Senin (1/4).

Xi mengungkapkan, PKC perlu menghadapi kenyataan bahwa beberapa orang telah membandingkan kualitas baik negara-negara maju Barat dengan ketidakcukupan perkembangan sosialis Cina. Mereka pun melayangkan kritik terhadap sistem pemerintahan dan ekonomi yang dipraktikkan Beijing.

Hal itu diperburuk dengan kesalahan fatal PKC saat mencetuskan Revolusi Kebudayaan yang berlangsung pada 1966-1976. Gerakan yang diinisiasi Mau Zedong itu mengakibatkan Cina dibekap krisis karena maraknya tindak kekerasan dan penganiayaan dalam rangka menghapus sisa-sisa unsur kapitalis di negara tersebut.

Cina dan partai komunisnya, kata Xi, bisa saja berakhir seperti Uni Soviet atau negara-negara Eropa Timur. Namun, Cina telah membuktikan bahwa para penentangnya keliru. “Baik sejarah maupun kenyataan memberitahu kita bahwa hanya sosialisme yang bisa menyelamatkan Cina. Hanya sosialisme dengan karakter Cina yang dapat mengembangkan Cina. Ini adalah kesimpulan sejarah dan pilihan rakyat,” ujar Xi.

Xi, mengutip Karl Marx dan Friedrich Engels, mengatakan sosialisme pasti akan mengalahkan kapitalisme. Namun, hal itu akan menjadi proses historis yang panjang. Cina beradaptasi dengan menciptakan sosialisme dengan karakternya sendiri.

“Cina harus sepenuhnya menilai realitas objektif dari keuntungan jangka panjang yang dimiliki negara-negara maju Barat di bidang ekonomi, ilmiah, dan militer, dengan sungguh-sungguh mempersiapkan semua aspek kerja sama dan perjuangan jangka panjang antara kedua sistem sosial,” ucap Xi.

Sejak memimpin PKC pada 2013 lalu, Xi telah meningkatkan upaya untuk memastikan kesetiaan dan disiplin partai secara total. Ia pun menindak tegas pejabat yang korup dan memperingatkan bahwa kelangsungan hidup PKC dipertaruhkan.

Baca Juga

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA