Thursday, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Thursday, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Diduga Terkait Khashoggi, AS Larang 16 Warga Saudi Masuk

Selasa 09 Apr 2019 10:14 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/Puti Almas/Kamran Dikarma/ Red: Ani Nursalikah

Ilustrasi Jamal Khashoggi

Ilustrasi Jamal Khashoggi

Foto: Foto : MgRol112
Di antara individu yang dilarang masuk adalah orang dekat Pangeran Salman.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) melarang masuknya 16 warga Arab Saudi yang diduga memiliki peran dalam pembunuhan jurnalis Jamal Khasshogi. Di antara 16 orang tersebut adalah mantan penasihat pengadilan kerajaan Saudi Saud al-Qahtani dan Maher Mutreb, seorang pejabat keamanan yang dekat dengan Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman.

Baca Juga

New York Post menyebut Saud terlibat korupsi dan pelanggaran hak asasi manusia. Dilaporkan Aljazirah, Selasa (9/4), larangan tersebut diumumkan ketika pemerintahan Presiden Trump menghadapi tekanan dari Kongres atas tanggapannya terhadap pembunuhan Khasshogi di konsulat Saudi, di Istanbul Oktober lalu. Kasus ini memicu pengawasan internasional terhadap catatan hak asasi manusia kerajaan.

Sebelumnya, Departemen Luar Negeri AS telah mencabut belasan visa pejabat Saudi dan membekukan 17 aset lainnya. Setelaha menerima pengarahan secara tertutup oleh CIA, Senat AS menyebut putra mahkota Saudi harus bertanggung jawab atas pembunuhan itu. Di sisi lain, Trump menolak mengambil sikap secara terbuka.

"Dia adalah pemimpin Arab Saudi. Mereka adalah sekutu yang sangat baik," ujar Trump dalam sebuah wawancara di Oval Office pada Desember lalu.

Sebelumnya, Washington Post melaporkan, Saudi telah memberikan kompensasi kepada keempat anak Khasshoggi berupa rumah bernilai jutaan dolar AS dan pembayaran bulanan sebesar lima digit. Dua anak laki-laki dan perempuan Khashoggi disebut mendapatkan pembayaran dalam jumlah yang lebih besar, sekitar puluhan juta dolar AS. Pembayaran itu disebut sebagai bagian dari negosiasi menjelang persidangan para tersangka kasus pembunuhan ayah mereka beberapa bulan mendatang.

Kompensasi yang sebelumnya dirahasiakan ini dikatakan adalah bagian dari upaya Pemerintah Saudi agar keluarga Khashoggi menahan diri dan tidak membuat pernyataan di hadapan publik mengenai kasus pembunuhan tersebut. Pemberian rumah dan uang bulanan sebesar 10 ribu dolar AS atau lebih untuk anak-anak Khashoggi telah disetujui pada tahun lalu oleh Raja Salman.

Seorang pejabat Arab Saudi mengatakan kompensasi itu memang secara konsisten diberikan kepada para korban kejahatan serta benacana alam. Ia membantah hal itu bertujuan membungkam keluarga jurnalis tersebut. Salah satu kompensasi yang diketahui diberikan oleh Pemerintah Saudi adalah rumah di Jeddah. Masing-masing anak Khashoggi akan mendapatkan rumah bernilai empat juta dolar AS.

Salah Khashoggi sebagai putra tertua yang saat ini tinggal di Jeddah disebut akan menempati bangunan utama. Ia adalah satu-satunya anak dari Khashoggi yang menetap di Arab Saudi, sementara yang lain berada di AS.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA