Sunday, 17 Zulhijjah 1440 / 18 August 2019

Sunday, 17 Zulhijjah 1440 / 18 August 2019

Capres AS Sebut Netanyahu Rasialis

Selasa 09 Apr 2019 18:53 WIB

Red: Ani Nursalikah

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Foto: EPA/SEBASTIAN SCHEINER
Netanyahu telah menyulut kontroversi karena membentuk aliansi dengan sayap kanan.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Calon presiden Amerika Serikat 2020 dari Partai Demokrat Beto O'Rourke telah membuat gesekan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. O'Rourke menyebut dia rasialis karena membuat persekutuan politik dengan partai politik sayap-kanan Yahudi sebelum pemilihan umum di Israel.

Baca Juga

O'Rourke mengeluarkan komentar tersebut pada Ahad (7/4), saat berkampanye di Iowa. Meskipun mengatakan hubungan AS-Israel adalah salah satu hubungan yang paling penting yang dimiliki AS, O'Rourke menyatakan itu harus bisa melampaui seorang perdana menteri yang rasialis. Dia mengatakan Netanyahu memperingatkan orang Arab yang datang ke tempat pemungutan suara.

O'Rourke menyebut Netanyahu melawan setiap prospek perdamaian saat ia mengancam akan mencaplok Tepi Barat Sungai Yordan. Netanyahu juga disebutnya memihak partai rasial sayap-kanan guna mempertahankan jabatannya

"Saya tidak mengira Benjamin Netanyahu merupakan keinginan sesungguhnya rakyat Israel atau kepentingan terbaik hubungan AS-Israel atau setiap jalur menuju perdamaian dengan rakyat Pemerintah Otonomi Palestina, Jalur Gaza dan Negara Israel," kata O'Rourke, sebagaimana dikutip Kantor Berita Turki, Anadolu, Selasa (9/4).

Netanyahu telah menyulut kontroversi karena membentuk persekutuan pemilihan antara blok Partai Likuid dan Partai Kekuatan Rakyat (Otzma Yehudit), yang berhaluan kanan-jauh, sebelum pemilihan anggota Parlemen pada Selasa. Langkah permulaan Netanyahu dalam pemilihan umum menyulut kecaman yang jarang terjadi dari kelompok pelobi pro-Israel kuat AIPAC, yang menyebut Otzma Yahudi rasialis dan tercela. Ia memberi dukungan kepada pernyataan yang juga langkah mengenai politik dalam negeri Israel dari Komite Yahudi Amerika.

"Pandangan Otzma Yehudit tercela. Pandangan itu tidak mencerminkan nilai inti yang menjadi landasan utama Negara Israel. Partai tersebut mungkin memperoleh cukup banyak suara untuk memasuki Knesset selanjutnya dan bahkan berpotensi menjadi bagian dari koalisi yang memerintah," kata AIPAC.

sumber : antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA