Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Warga Arab-Israel Merasa Diintimidasi karena Kamera di TPS

Rabu 10 Apr 2019 06:01 WIB

Red: Ani Nursalikah

Perempuan Baduy Israel menggunakan hak suaranya dalam pemilu di Rahat, Israel, Selasa (9/4).

Perempuan Baduy Israel menggunakan hak suaranya dalam pemilu di Rahat, Israel, Selasa (9/4).

Foto: AP Photo/Tsafrir Abayov
Partai Netanyahu mengirim pemantau dengan kamera di TPS dengan konstituen Arab.

REPUBLIKA.CO.ID, UMM A-FAHM -- Kebijakan partai Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengirim pemantau yang dilengkapi dengan kamera ke sejumlah tempat pemungutan suara (TPS) dengan konstituen Arab pada hari pemilihan di Israel, Selasa (9/4), dikutuk politikus Arab karena merupakan tindakan intimidasi.

Ketika ditanya mengenai penggunaan kamera-kamera di TPS, polisi Isarel memberi alasan sudah terjadi sejumlah dugaan pelanggaran di utara, tempat banyak warga Israel keturunan Arab. Warga Israel keturunan Arab berjumlah 21 persen dari penduduk.

Netanyahu adalah ketua Partai Likud yang beraliran kanan dan mendukung pengambilan gambar dengan kamera itu. Ia mengatakan kamera-kamera tersebut harus dipasang secara terbuka di TPS di mana saja untuk menjamin suara sah. Menurut jajak pendapat, ia mendapat saingan ketat dari calon beraliran tengah,

Pada hari pemilihan di Israel, wakil dari sebagian besar partai duduk di TPS untuk mengecek proses identifikasi sebelum pemungutan suara. Para pemilih kemudian diberi amplop dan pergi ke bilik suara yang sudah disediakan untuk memberikan suara mereka.

Ahmad Tibi, seorang anggota dewan keturunan Arab, mengatakan kamera-kamera yang terlihat di sejumlah TPS ilegal dan merupakan usaha langsung untuk sabotase kebebasan memberikan suara.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA