Sunday, 24 Zulhijjah 1440 / 25 August 2019

Sunday, 24 Zulhijjah 1440 / 25 August 2019

Donald Trump Tanggapi Kemenangan Netanyahu di Pemilu Israel

Kamis 11 Apr 2019 14:52 WIB

Rep: Rossi Handayani/ Red: Nur Aini

Presiden Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Presiden Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Foto: KEVIN LAMARQUE/REUTERS
Donald Trump menilai peluang rencana perdamaian Israel-Palestina meningkat.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengatakan, kemenangan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dalam pemilu Israel meningkatkan peluang rencana perdamaian dengan Palestina yang ditawarkan AS.

Baca Juga

"Fakta bahwa Bibi (panggilan Netanyahu) menang, saya pikir kita akan melihat beberapa tindakan yang cukup baik dalam hal perdamaian," kata Trump kepada wartawan, dilansir dari laman Channel News Asia, Kamis (11/4).

Trump dengan antusias mendukung perdana menteri sayap kanan Israel tersebut untuk mandat kelima. Ia juga menelepon Netanyahu untuk memberikan selamat atas hasil pemilu Israel.

"Semua orang mengatakan Anda tidak dapat memiliki perdamaian di Timur Tengah dengan Israel dan Palestina. Saya pikir kami memiliki kesempatan dan saya pikir kami sekarang memiliki peluang yang lebih baik," ucap Trump.

Sebelumnya Trump telah menyambut Netanyahu ke Gedung Putih, dua pekan sebelum pemilihan. Itu dilakukan untuk memberikan isyarat dukungan terbarunya, dengan pengakuan AS pada kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan.

Sementara itu, para pemimpin Palestina meragukan rencana perdamaian dari AS. Hal itu disebabkan pengakuan Trump terhadap ibu kota Israel, Yerusalem.

Dalam dua hari kesaksiannya di hadapan Komite Senat, Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo menolak untuk mengatakan apakah AS memilih untuk memberikan dukungan lamanya pada Palestina.

"Selama beberapa dekade, ada semua pakar hebat yang telah mencoba menyelesaikan krisis ini di Timur Tengah, konflik antara Israel dan rakyat Palestina, dan mereka masing-masing gagal," kata Pompeo kepada Komite Hubungan Luar Negeri Senat, Rabu.

"Jadi ide-ide lama tidak layak untuk diartikan ulang. Mereka sama sekali tidak berhasil," ujarnya menambahkan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA