Ahad 14 Apr 2019 01:30 WIB

Burhan Setujui Mundurnya Kepala Intelijen Sudan

Menhan Ahmed Awad Ib Auf telah terlebih dahulu mengundurkan diri.

Rep: Fergi Nadira/ Red: Teguh Firmansyah
Rakyat Sudan merayakan setelah militer memaksa mundur Presiden Omar al-Bashir setelah 30 tahun berkuasa di Khartoum, Sudan, Kamis (11/4).
Foto: AP Photo
Rakyat Sudan merayakan setelah militer memaksa mundur Presiden Omar al-Bashir setelah 30 tahun berkuasa di Khartoum, Sudan, Kamis (11/4).

REPUBLIKA.CO.ID, KARTHOUM -- Kepala Keamanan dan Intelejen Sudan, Salah Gosh mengundurkan diri pada Sabtu (13/4) waktu setempat. Sepert dilansir Anadolu Agency, pengunduran  Gosh disetujui oleh Menhan Letjen Abdel Fattah Burhan.

Pengunduran diri Gosh terjadi sehari setelah Menteri Pertahanan Sudan Ahmed Awad Ibn Auf mundur sebagai kepala dewan militer transisi. Jabatan Ahmen Awan diganti oleh  Burhan.

Baca Juga

Burhan adalah panglima militer yang diyakini lebih siap untuk berbicara dengan para demonstran. Ia merupakan jenderal paling senior ketiga di angkatan bersenjata Sudan dan kurang dikenal di kalangan publik.

Sebagai kepala pasukan darat Sudan ia mengawasi pasukan Sudan yang bertempur dalam perang Yaman pimpinan Saudi dan memiliki hubungan erat dengan para perwira militer senior Teluk.

Para demonstran menunjukkan kegembiraan di jalan-jalan Khartoum Jumat malam setelah pengunduran diri Ibn Auf. Ribuan orang mengibarkan bendera-bendera dan menyalakan telepon selular di saat gelap dan para pengemudi membunyikan klakson. Orang-orang berteriak, "Mereka sudah jatuh!", merujuk kepada Ibn Auf dan Bashir, kata para saksi mata.

Pada Kamis, militer Sudan menggulingkan Presiden Omar al-Bashir yang telah memerintah Sudan sejak 1989. Kudeta dilakukan menyusul berbulan-bulan protes rakyat terhadap pemerintahannya. Militer juga membentuk dewan militer untuk menjalankan negara bagi masa transisi dua tahun setelah presiden mundur.

Advertisement
Berita Terkait
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement