Sabtu, 17 Rabiul Akhir 1441 / 14 Desember 2019

Sabtu, 17 Rabiul Akhir 1441 / 14 Desember 2019

Jaminan Kesehatan Jadi Satu Isu Utama Pemilu Australia

Ahad 21 Apr 2019 12:53 WIB

Rep: lintar satria/ Red: Dwi Murdaningsih

Bendera Australia (ilustrasi)

Bendera Australia (ilustrasi)

32 persen warga Australia mengkhawatirkan akses terhadap jaminan kesehatan yang ter

REPUBLIKA.CO.ID, MELBOURNE -- Dalam jejak pendapat yang diadakan Ipsos Issues Monitor, lingkungan masuk ke dalam isu utama bagi pemilih Australia. Tapi isu jaminan kesehatan dan biaya hidup masih berada diurutan teratas dalam pemilihan umum Australia yang akan digelar bulan depan.

Dalam laporan yang diterbitkan Sydney Morning Herald itu disebutkan sebanyak 32 persen warga Australia mengkhawatirkan akses terhadap jaminan kesehatan yang terjangkau. Lalu 31 persen lainnya memperhatikan biaya hidup dan sebanyak 25 persen warga Australia mengkhawatirkan angka kejahatan.

Tapi Ipsos Issues Monitor, lembaga survei terbesar di Australia, menemukan sebanyak 23 persen warga Australia juga mengkhawatirkan masalah lingkungan. Isu ini masuk kedalam empat besar isu yang menjadi perhatian warga Australia. Naik sepuluh peringat dari pemilu federal tahun 2016 di mana isu lingkungan berada di peringkat ke-14.

"Sekarang momentumnya nyata di sekitar masyarakat," kata Peneliti Ipsos Daniel Evans, Ahad (21/4).

Menurut pemerintah dan organisasi lingkungan, warga Australia mulai memperhatikan isu perubahan iklim, energi terbarukan, kekeringan dan regulasi lingkungan. Serta upaya untuk melindungi alam seperti terumbu karang Great Barrier Reef yang terancam musnah karena perubahan iklim.

Dua pertiga warga Australia yakin negara mereka sudah terdampak perubahan iklim. Dalam survey iklim Ipsos yang dilakukan pada bulan ini ditemukan sebanyak 46 persen warga Australia setuju perubahan iklim 'sepenuhnya atau sebagian besar' disebabkan oleh tindakan manusia.  

Ekonomi Australia yang senilai 1,3 triliun dolar AS sedang melambat. Tapi jumlah pemilih yang mengkhawatirkan hal itu sudah menurun dari pemilihan terakhir dari 30 persen menjadi 23 presen. Berada di peringkat kelima isu yang diperhatikan warga Australia dalam jajak pendapat bulan ini.

Pemilu Australia akan digelar pada 18 Mei mendatang. Bill Shorten dari Partai Buruh yang berhaluan tengah-kiri memimpin jajak pendapat bulan ini. Sementara itu dalam jajak pendapat tersebut menunjukan ada kemungkinan koalisi Perdana Menteri Scott Morrison akan kalah.

Baca Juga

sumber : reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA