Friday, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 December 2019

Friday, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 December 2019

Intelijen Inggris: Bisnis Harus Ikut Lindungi Internet

Rabu 24 Apr 2019 15:04 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Budi Raharjo

Logo Wifi atau internet nirkabel.

Logo Wifi atau internet nirkabel.

Foto: Flickr
Internet berhasil mendorong berbagai inovasi dan terobosan teknologi.

REPUBLIKA.CO.ID, GLASGOW -- Kepala badan intelijen Inggris Government Communications Headquarters (GCHQ) Jeremy Fleming meminta sektor bisnis dan finansial turut bekerja sama untuk mengamankan internet dan melindungi konsumen. Hal ini akan Fleming ungkapkan di konferensi keamanan siber di Skotlandia.

Dalam salinan pidatonya Fleming mengatakan GCHQ akan berkerja sama dengan manufaktur, perusahaan penyedia layanan internet, platform dan bank. "Untuk mengambil beban keamanan siber dari individu," kata Fleming, Rabu (24/4).

Fleming mengatakan internet berhasil mendorong berbagai inovasi dan terobosan teknologi. Tapi, tambahnya, juga membawa 'tantangan dan ketidakpastiaan bagi pembuat kebijakan untuk melindungi warga negara, sistem peradilan, bisnis dan norma-norma sosial'.

Pemerintah negara-negara Barat termasuk Inggris mendorong bisnis dan masyarakat untuk mengambil bagian dalam melindungi diri mereka di internet. Melindungi diri melawan ancaman yang dilakukan perentas individu maupun negara.

Fleming akan berbicara di konferensi CYBERUK yang digelar di markas National Cyber Security Centre (NCSC), Glasgow, Skotlandia. Konferensi itu juga akan menggelar panel diskusi yang ikuti pejabat-pejabat senior Five Eyes, lima negara yang berbagi data intelijen, yakni Australia, Inggris, Kanada, Selandia Baru dan Amerika Serikat.

"Serangan siber tidak menghormati batas-batas internasional dan kami harus membagi ancaman dan kerentanan dengan seluruh dunia, setiap negara memiliki kedaulatan untuk mencari cara terbaik melindungi diri mereka sendiri, tapi sangat penting bagi kami untuk bekerja sama dengan sekutu kami," kata kepala NCSC Ciaran Martin.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA