Friday, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 December 2019

Friday, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 December 2019

HRW Desak Selidiki Eksploitasi Wanita Mozambik Pascatopan

Jumat 26 Apr 2019 11:25 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Ani Nursalikah

Pemandangan desa Praia Nova Village, salah satu yang terkena dampa topan Idai paling parah d Beira, Mozambik, Ahad (17/3).

Pemandangan desa Praia Nova Village, salah satu yang terkena dampa topan Idai paling parah d Beira, Mozambik, Ahad (17/3).

Foto: Josh Estey/CARE via AP
Keterangan tersebut didapat HRW dari kesaksian korban, penduduk, dan relawan.

REPUBLIKA.CO.ID, MAPUTO -- Organisasi hak asasi manusia (HAM) Human Rights Watch (HRW) mendesak pihak berwenang Mozambik menyelidiki kasus ekploitasi kaum wanita yang menjadi korban topan Idai. Para wanita itu dilaporkan dipaksa melakukan hubungan seks dengan imbalan makanan dan bantuan.

HRW mengatakan para pemuka masyarakat, beberapa di antaranya terkait dengan Partai Frelimo yang berkuasa. Mereka memaksa wanita melakukan hubungan seks dengan imbalan sekantong beras. Ada pula yang meminta uang sogokan agar nama mereka tercantum dalam daftar distribusi bantuan.

Keterangan tersebut didapat HRW dari kesaksian sejumlah korban, penduduk, dan relawan bantuan. "Eksploitasi seksual terhadap wanita yang berjuang untuk memberi makan keluarga mereka setelah topan Idai adalah kejam dan harus segera dihentikan," kata Direktur HRW Afrika Selatan Dewa Mavhinga pada Kamis (25/4), dikutip laman Aljazirah.

Seorang pemuka masyarakat di Tica, Distrik Nhamatanda, mengatakan kepada HRW dalam beberapa kasus di mana akses jalan tak memungkinkan, para pemimpin masyarakat setempat bertanggung jawab menyimpan makanan dan membagikannya kepada keluarga setiap pekan. Dia mengatakan karena makanan tidak memadai untuk dibagikan kepada semua orang, beberapa pemimpin masyarakat di sana memanfaatkan keterdesakan situasi dengan menagih uang kepada warga yang ingin namanya tercantum dalam daftar bantuan.

Seorang relawan bantuan menyebut, seringakali daftar itu mengecualikan rumah tangga yang dikepalai seorang wanita. "Di beberapa desa, wanita dan anak-anak mereka tidak memiliki makanan selama berpekan-pekan. Mereka akan melakukan apa saja untuk makanan, termasuk tidur dengan laki-laki yang bertanggung jawab atas distribusi makanan," kata dia.

Tiga wanita di Kota Mbimbir mengatakan kepada HRW mereka telah dipaksa melakukan hubungan badan dengan pejabat setempat jika ingin mendapatkan bantuan pangan. "Ketika dia (pejabat) tiba, dia meletakkan tas di lantai, dan mulai menyentuh, kemudian memberitahu saya sekarang giliran saya berterima kasih kepadanya," kata salah seorang wanita itu kepada HRW.

Jika sudah demikian, wanita itu akan menyuruh anak-anaknya pergi ke rumah temannya. "Ketika mereka pergi, saya tidur dengannya," ujar wanita tersebut.

Seorang wanita lainnya juga diperlakukan demikian. Dia dipaksa melakukan hubungan seks dengan imbalan satu kilogram kacang.

Mozambik adalah salah satu negara terparah yang terdampak topan Idai bulan lalu. Menurut PBB lebih dari satu juta orang masih berjuang untuk bangkit kembali di tengah badai.

PBB telah meminta sumbangan sebesar 282 juta dolar AS untuk mendanai bantuan darurat. Pekan lalu, Dewan IMF juga telah menyetujui pinjaman tanpa bunga sebesar 118,2 juta dolar AS untuk upaya pemulihan di Mozambik.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA