Thursday, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Thursday, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern Bertunangan

Jumat 03 May 2019 16:36 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Nur Aini

Jacinda Ardern.

Jacinda Ardern.

Foto: AP
Jacinda Ardern dilamar saat liburan Paskah bulan lalu.

REPUBLIKA.CO.ID, WELLINGTON -- Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern bertunangan dengan pasangannya Clarke Gayford. Pada Jumat (3/5), juru bicara Ardern mengatakan Gayford melamar Ardern saat liburan Paskah bulan lalu. 

Baca Juga

Di saat Ardern memimpin pemerintahan Selandia Baru, Gayford, seorang pembawa acara televisi menjadi bapak rumah tangga dan mengasuh putri mereka Neve Te Aroha. 

Kehamilan Ardern pada awal 2018 lalu menjadi simbol progresivitas pemimpin perempuan. Ia menjadi pemimpin negara kedua setelah mantan Perdana Menteri Pakista Benazir Bhutto yang melahirkan selama menjabat.

Pada awal bulan Januari di London, kantor berita Inggris BBC bertanya apakah Ardern memilih untuk meminta Gayford menikahinya atau menunggu inisiatif laki-laki 41 tahun itu untuk melamarnya.

"Tentu saya seorang feminis, tapi saya ingin membuatnya merasa sakit dan menderita karena tersiksa terus menanyakan hal itu pada dirinya sendiri, sama sekali tidak akan membiarkan dirinya lolos," katanya bercanda.

Kabar tentang pertunangan Ardern tersebut bocor setelah para wartawan menyadari perdana menteri itu memakai cincin di jari tengahnya. Juru bicara perdana menteri Selandia Baru Andrew Campbell mengkonfirmasi Ardern sudah memakai cincin itu sejak Paskah. 

Campbell tidak menjelaskan dengan rinci pertunangan tersebut. Pasangan Ardern dan Gayford bertemu enam tahun yang lalu ketika Gayford mengajukan keluhan kepada anggota parlemen tentang perubahan undang-undang keamanan yang diajukan partai berkuasa saat itu National Party.

Ia pun bertemu dengan Ardern, yang kala itu seorang calon bintang dari Labour Party. Mereka minum kopi dan tidak lama setelah itu tinggal bersama.

Acara televisi memancing Gayford, Fish of the Day membawanya keliling Pasifik. Ia memancing dan mencari resep untuk ikan hasil tangkapannya. Acara televisi itu berhasil terjual ke 20 negara dan memenangkan penghargaan di Houston International Film Festival pada 2016 lalu. 

Ketika Ardern masih memberikan ASI kepada putrinya ia harus terbang ke New York untuk menghadiri Sidang Umum PBB bulan September lalu. Saat itu namanya semakin populer di seluruh dunia. 

Ardern dan keluarganya membagi waktu mereka antara pusat pemerintahan ibu kota Wellington dan Auckland, kediaman pribadi mereka. Nama Ardern semakin mencuat pasca-serangan dua masjid bulan Maret lalu.   

Responsnya atas penembakan yang menewaskan 51 orang itu dipuji di seluruh dunia. Hal itu menghancurkan kritik di dalam negeri atas kegagalannya dalam menyelesaikan masalah ekonomi dan kebijakan yang plin-plan. 

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA