Friday, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 December 2019

Friday, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 December 2019

Bocah Afganistan Menari Gembira setelah Terima Kaki Palsu

Rabu 08 May 2019 03:07 WIB

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Hasanul Rizqa

Ilustrasi kehidupan sehari-hari di Kabul, Afghanistan. Seorang anak penjual balon berpose di pusat kota Kabul pada Selasa (12/12).

Ilustrasi kehidupan sehari-hari di Kabul, Afghanistan. Seorang anak penjual balon berpose di pusat kota Kabul pada Selasa (12/12).

Foto: EPA-EFE/JAWAD JALALI
Video bocah Afganistan itu menjadi viral di media sosial

REPUBLIKA.CO.ID, KABUL — Video yang beredar viral acapkali menyentuh hati banyak netizen. Tak terkecuali video berdurasi 20 detik yang memperlihatkan seorang anak laki-laki Afganistan menari gembira setelah menerima kaki palsu.

Baca Juga

Seperti dilansir Ndtv.com, Selasa (7/5), salah seorang warganet membagikan video itu via Twitter. Menurut Roya Musawi, demikian netizen yang dimaksud, anak di video itu bernama Ahmad. Bocah Afganistan itu diketahui telah kehilangan kakinya akibat terkena ledakan ranjau darat di Logar, Afganistan.

Kebahagiaan tampak jelas di wajah Ahmad saat dia menari di rumah sakit. Pasien lain pun ikut tersenyum senang melihat wajah cerah bocah ini. Rekaman itu diambil saat ia berada di pusat ortopedi Palang Merah Internasional Afganistan.

Sudah lebih dari 3 juta kali video itu dilihat sejak muncul di media sosial. Setidaknya, lebih dari 16 ribu orang menyukai unggahan itu.

Ribuan komentar memuji semangat dan ketangguhan Ahmad. Banyak pula warganet yang mengucapkan terima kasih pada Palang Merah Internasional atas kiprahnya di negara-negara berkonflik.

Melansir data Misi Bantuan PBB (UNAMA) di Afganistan, konflik di negara itu telah menyebabkan kematian dan cidera ribuan warga sipil, termasuk anak-anak.

Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Manusia, Michelle Bachelet menggambarkan situasi kemanan mengerikan membuat banyak warga tidak menikmati hak ekonomi, sosial, dan budaya di Afganistan. Bahkan, ribuan anak mengalami cacat seumur hidup karena serangan terhadap sekolah dan fasilitas medis.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA